Perang Lawan Gerilyawan Huthi di Yaman, 73 Pasukan Saudi Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP Photo/Yemeni Army

    AP Photo/Yemeni Army

    TEMPO Interaktif, Sejak pecah perang melawan gerilyawan Huthi di Yaman November lalu, sebanyak 73 serdadu Saudi Arabia tewas, 470 terluka, dan 26 orang hilang. Hal tersebut dinyatakan Menteri Pertahanan Saudi Arabia Pangeran Khalid bin Sultan, Selasa (23/12) waktu setempat.

    "Konfrontasi berlangsung di bagian selatan perbatasan menyebabkan 73 pasukan kami syahid dan 26 hilang," papar Pangeran Khalid bin Sultan ketika dimintai komentarnya oleh sebuah stasiun televisi dalam acara jumpa pers di al-Khoba, sebelah selatan Provinsi Jizan.

    "Kami percaya bahwa 12 serdadu (yang hilang) tewas. Kami pun belum tahu bagaimana nasib ke-14 lainnya," tambah Pangeran. Prajurit yang terluka mencapai 470 orang. Mayoritas, kata Pangeran, telah dibebaskan namun 60 dirawat di rumah sakit.

    Pernyataan ini untuk pertama kalinya disampaikan oleh pejabat resmi Kerajaan Saudi Arabia sejak pecah pertempuran di perbatasan melawan gerilyawan Huthi di Yaman yang telah berlangsung sebulan lebih.

    Pangeran menjelaskan, operasi militer yang dilakukan sebagian besar difokuskan di daerah perbatasan. "Tetapi perlu dicatat bahwa masih ada desa di perbatasan al-Jabiriyah yang dikuasai kelompok Huthi."

    "Mereka memilik waktu 24 jam untuk melepaskan desa itu, kalau tidak kami akan menghancurkan mereka!" ancam Pangeran.

    Konflik antara orang-orang Huthi dengan pasukan keamanan Saudi Arabia telah berlangsung selama sebulan, sejak November lalu. Sementara, kelompok Huthi juga melakukan peperangan dengan tentara Yaman mulai 2004. Akibat pertempuran tersebut, menurut catatan lembaga bantuan internasional, lebih dari 150 ribu orang telah diungsikan.

    Al-Huthi merupakan sebutan nama keluarga beraliran Shia yang dipimpin oleh Zaidi Shia Sa'dah. Selanjutnya, keluarga ini mendirikan sebuah organisasi perlawanan terhadap pemerintah Yaman yang dipimpin oleh empat bersudara Hussein Badreddin al-Huthi, Abdul Malik al-Huthi, Yahia Badreddin al-Huthi, dan Abdul Karim al-Huthi. Organisasi ini kemudian berkembang dan memiliki banyak pengikut.

    Sejak 2004 ketika Hussein Badreddin al-Huthi mendeklarasikan diri sebagai Imam atau Amir al-Mukminin, mereka melakukan perlawanan terhadap pemerintah Yaman karena dianggap mendapat dukungan oleh Amerika Serikat. Hingga kini, mereka terus melakukan perlawanan terutama di daerah utara Yaman. Bahkan pertempuran tersebut melibatkan pasukan Arab Saudi di daerah selatan provinsi Jizan.

    ALJAZEERA | JUANCOLE.COM | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.