Negara-negara Teluk Tentang Agresi Militer ke Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuwait - Para pemimpin negara-negara teluk (GCC) menentang serbuan militer yang dilakukan oleh Barat terhadap Iran atas program nuklirnya. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Muhammad al-Sabah, Selasa (15/12), usai pertemuan kerjasama ekonomi antara negara Teluk di Riyad.

    "Kami menentang agresi militer terhadap Iran," ujarnya kepada wartawan.

    Sementara itu pada kesempatan terpisah, para pemimpin GCC menyambut upaya internasional memecahkan masalah krisis nuklir Iran dengan mengedepankan perdamaian.

    "Kami meminta Iran bersedia kerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan sepakat dengan resolusi internasional," papar Menteri Keuangan Kuwait Mustafa al-Shamali

    Keputusan IAEA, tambahnya, merupakan komunike internasional tanpa perkecualian, termasuk Israel.

    Selama ini Iran mengancam tidak akan bersedia bekerjasama dengan IAEA bila negara-negara Barat dan PBB benar-benar menjatuhkan sanksi ke negeri Mullah tersebut.

    Iran beralasan bahwa program pengayaan uranium yang selama ini dilakukan adalah untuk perdamaian dan demi kepentingan sipil bukan uintuk pembuatan senjata militer seperti yang dikhawatirkan Barat.

    ARAB NEWS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.