Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Presiden Ebrahim Raisi Tak Akan Ubah Kebijakan Iran dalam Menangani Demonstran

Reporter

image-gnews
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Iran Ebrahim Raisi meyakinkan Iran menjamin hak dan kebebasan, namun Iran juga punya sistem yang berlaku. Hal itu dikatakan Raisi pada Sabtu, 3 Desember 2022, di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang banyak berujung dengan kekerasan.

PBB menyebut protes ini telah menelan lebih dari 300 korban jiwa. Sedangkan badan keamanan negara tertinggi mengatakan sudah 200 orang tewas dalam gelombang aksi menentang Pemerintah Iran. Dari jumlah korban tewas itu adalah aparat keamanan.   

Aksi Protes di Iran sudah masuk bulan ketiga. Unjuk rasa dipicu oleh kematian perempuan Iran suku Kurdi, Mahsa Amini, 22 tahun, dalam tahanan polisi. Ketika itu, Amini ditahan oleh kepolisian bidang moralitas, yang bertugas menegakkan aturan berjilbab pada perempuan Iran.

Baca juga: Kunjungan Kerja Presiden Iran ke Universitas Alzahra Disambut Unjuk Rasa

Demonstrasi di Iran dengan cepat berubah menjadi pemberontakan, yang dilakukan oleh warga Iran dari semua lapisan masyarakat, yang marah pada pemerintah. Ini merupakan salah satu tantangan paling berani terhadap kepemimpinan ulama Iran sejak revolusi 1979.

Sebuah rekaman video di media sosial memperlihatkan aparat keamanan menghancurkan rumah keluarga Elnaz Rekabi, seorang pendaki yang berkompetisi dalam kontes internasional tanpa menggunakan jilbab pada Oktober 2022. Rekabi mengaku melakukannya secara tidak sengaja, tetapi dia dianggap secara luas telah menyatakan dukungannya untuk protes tersebut.

Media milik pemerintah Iran pada Sabtu mengutip ucapan Kepala Kehakiman untuk provinsi Zanjan bawah keputusan untuk menghancurkan vila milik keluarga Rekabi telah dikeluarkan empat bulan lalu karena keluarga tersebut gagal mendapatkan izin konstruksi.

Video lainnya yang beredar di media sosial menunjukkan aksi protes pada Sabtu malam, 3 Desember 2022, di beberapa bagian di Ibu Kota Teheran, seperti daerah Haft Howz timur di mana para pengunjuk rasa terdengar meneriakkan kalimat, 'Pembunuh Khamenei harus dieksekusi'. Reuters belum dapat memverifikasi rekaman video tersebut.

Iran menyalahkan pemberontakan ini pada musuh asingnya, seperti Amerika Serikat, Arab Saudi dan Israel.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Iran memiliki konstitusi paling progresif di dunia karena mengawinkan cita-cita dengan demokrasi. Konstitusi menjamin (keberadaan) sistem Islam dan juga menjamin hak-hak dasar dan kebebasan yang sah," kata Presiden Raisi. 

Amirali Hajizadeh, Komandan senior di Garda Revolusi Iran, mengatakan pada Senin, 27 November 2022, ada 300 orang, termasuk aparat keamanan Iran, tewas dalam kerusuhan baru-baru ini. Sedangkan Javaid Rehman, ahli yang ditunjuk PBB untuk menyoroti isu di Iran, mengatakan pada Selasa, 28 November 2022, ada lebih dari 300 orang tewas dalam protes tersebut, termasuk lebih dari 40 anak-anak.

Kelompok HAM HRANA mengatakan hingga Jumat,2 Desember 2022, ada 469 demonstran tewas, di mana dari jumlah itu ada 64 anak di bawah umur. Dari jumlah itu, juga diketahui ada 61 aparat keamanan yang tewas. Sebanyak 18.210 pengunjuk rasa diduga ditangkap.

Molavi Abdolhamid, ulama terkemuka di Iran, menyerukan diakhirinya represi protes melalui penangkapan dan pembunuhan. Dia juga menyerukan agar digelar referendum untuk mengubah sistem di pemerintahan Iran.

"Protes rakyat menunjukkan bahwa kebijakan selama 43 tahun terakhir menemui jalan buntu," ujarnya akhir November lalu.

Reuters | Nugroho Catur Pamungkas

Baca juga: Amerika Serikat Desak Iran Keluar dari Dewan Hak Perempuan PBB

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.       

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Blinken: Iran, Lebanon, dan Hizbullah Tak Ingin Perluas Konflik Gaza

5 jam lalu

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Gabungan GCC-AS.  Kemitraan Strategis untuk membahas krisis kemanusiaan yang dihadapi di Gaza, di Riyadh, Arab Saudi, 29 April 2024. REUTERS/Evelyn Hockstein/Pool
Blinken: Iran, Lebanon, dan Hizbullah Tak Ingin Perluas Konflik Gaza

Menlu AS Antony Blinken mengatakan bahwa Iran, Lebanon, dan Hizbullah tidak ingin melihat konflik di Gaza meluas


Menaker Ida Fauziyah akan Sosialisasi Tapera, Federasi Serikat Pekerja Logam Sebut Pemerintah Tak Dengar Kemarahan Buruh

6 jam lalu

Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja se-Jabodetabek saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Tapera di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Kamis 6 Juni 2024. Dalam aksinya buruh juga menyerukan penolakan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahal, KRIS BPJS Kesehatan, Omnibuslaw UU Cipta Kerja, Hapus OutSourching dan Upah Murah (HOSTUM). TEMPO/Subekti.
Menaker Ida Fauziyah akan Sosialisasi Tapera, Federasi Serikat Pekerja Logam Sebut Pemerintah Tak Dengar Kemarahan Buruh

Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Jawa Barat mengecam pernyataan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang akan menyosialisasikan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera melalui Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional (LKS Tripnas).


Paus Fransiskus akan Kunjungi Masjid Istiqlal, Raja Salman hingga Barack Obama Pernah Ke Sini

8 jam lalu

Barack Obama dan Michelle Obama berjalan bersama Imam Yaqub saat mengunjungi masjid Istiqlal, Jakarta. AP /Charles Dharapak
Paus Fransiskus akan Kunjungi Masjid Istiqlal, Raja Salman hingga Barack Obama Pernah Ke Sini

Masjid Istiqlal jadi salah satu tempat kunjungan Paus Fransiskus. Raja Salman, Ebrahim Raisi, hingga Barack Obama pernah mendatanginya.


Warga Israel Berunjuk Rasa di Parlemen hingga Kediaman Benjamin Netanyahu

1 hari lalu

Para pengunjuk rasa berkumpul menentang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di dekat kediamannya, ketika konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas berlanjut, di Yerusalem, 4 November 2023. REUTERS/Ammar Awad
Warga Israel Berunjuk Rasa di Parlemen hingga Kediaman Benjamin Netanyahu

Puluhan ribu warga Israel berunjuk rasa di Knesset dan kediaman Benjamin Netanyahu untuk mendesak agar dilakukan pemilu dini.


Swedia dan Iran Bertukar Tahanan, Bebaskan Pejabat yang Terlibat Eksekusi Massal

3 hari lalu

Johan Floderus, setelah dipenjara di Iran, berkumpul kembali dengan keluarganya di Bandara Arlanda, di Stockholm, Swedia 15 Juni 2024. TT News Agency/Tom Samuelsson / Regeringkansliet via REUTERS
Swedia dan Iran Bertukar Tahanan, Bebaskan Pejabat yang Terlibat Eksekusi Massal

Swedia membebaskan mantan pejabat Iran Hamid Noury, yang dihukum karena terlibat dalam eksekusi massal tahanan politik pada 1980an


MUI Sarankan Indonesia Siapkan Diplomasi Jalur Kedua untuk Bela Palestina, Apa Itu?

6 hari lalu

Ratusan massa menggelar aksi bela Palestina di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Sabtu, 8 Juni 2024. Massa aksi membawa bendera hitam dan putih dan kain hiam Panjang bertuliskan kalimat syahadat yang dibentangkan di depan Kedubes AS. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
MUI Sarankan Indonesia Siapkan Diplomasi Jalur Kedua untuk Bela Palestina, Apa Itu?

MUI menyayangkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan penderitaan rakyat Palestina untuk melancarkan agenda khilafah.


KSPI Sebut Aksi Buruh Tolak Tapera akan Meluas Jika Tidak Dibatalkan, Begini Respons Istana

7 hari lalu

Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja se-Jabodetabek saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Tapera di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Kamis 6 Juni 2024. Dalam aksinya buruh juga menyerukan penolakan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahal, KRIS BPJS Kesehatan, Omnibuslaw UU Cipta Kerja, Hapus OutSourching dan Upah Murah (HOSTUM). TEMPO/Subekti.
KSPI Sebut Aksi Buruh Tolak Tapera akan Meluas Jika Tidak Dibatalkan, Begini Respons Istana

KSPI menyakan aksi buruh menolak Tapera akan makin meluas jika aturan itu tidak dibatalkan. Mensesneg Pratikno beri tanggapan.


Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

7 hari lalu

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik di Kabupaten Songchon, Korea Utara, 28 Februari 2024. KCNA via REUTERS
Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

Beberapa negara ini memiliki kebijakan visa yang sulit. Akibatnya negara tersebut sulit untuk dikunjungi wisatan atau pelancong.


Pemilu Iran Tak Akan Gunakan Sistem Pemungutan Suara Elektronik

8 hari lalu

Para pelayat mengibarkan bendera Iran saat menghadiri pemakaman para korban kecelakaan helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian dan lainnya, di Teheran, Iran, 22 Mei 2024. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Pemilu Iran Tak Akan Gunakan Sistem Pemungutan Suara Elektronik

Iran mengesampingkan kemungkinan menggunakan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu mendatang.


Ini Enam Kandidat Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad Gagal Lolos

9 hari lalu

Mahmoud Ahmadinejad . REUTERS/Karim Kadim
Ini Enam Kandidat Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad Gagal Lolos

Presiden Iran bukan pemegang otoritas tertinggi untuk semua urusan negara, melainkan Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei.