Militer Pakistan Buru Penyerang Tim Kriket Sri Lanka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Lahore, Pakistan:Pakistan meningkatkan pencarian militan bersenjata di balik serangan tiba-tiba kepada tim kriket Sri Lanka yang semakin memojokkan negara itu ke dalam krisis.

    Akibat serangan 12 militan bersenjata, delapan orang tewas dan delapan lainnya terluka. Militan bersenjata yang terlihat terlatih menggunakan senjata dan kebanyakan berusia muda itu, menyerang konvoi tim kriket Sri Lanka dengan roket, granat, dan senapan otomatis Selasa (3/3) waktu setempat, dan sempat baku tembak dengan pasukan keamanan sebelum melarikan diri dengan sebuah mobil curian.

    Terkait serangan ini, Selandia Baru membatalkan kunjungannya untuk menghadiri tur kriket di Pakistan. Ini semakin mengisolasi negara tersebut setelah Badan Kriket Internasional (ICC) ragu apakah mereka layak menggelar Piala Dunia Kriket 2011.

    Dalam serangan tersebut enam polisi Pakistan dan dua warga sipil tewas. Pejabat Pakistan mengatakan telah menginterogasi lima orang.

    “Saya telah membentuk tim investigasi yang kuat, Petugas-petugas yang berpengalaman. Dengan izin Alloh kami akan memberikan Anda hasil yang bagus,” kata Kepala Polisi Provinsi Punjab, Khaled Farooq, Rabu (4/3).

    Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab. Namun perhatian publik tertuju epada militan Islam di Pakistan yang terkait dengan Al-Qaida dan Taliban. Serangan ini juga dihubung-hubungkan dengan pertikaian antara pemerintaha Sri Lanka dengan pemberontak Macan Tamil.

    Serangan ini merupakan serangan berdarah pertama terhadap tim olahraga di Pakistan. Presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa mengatakan tim kriket yang muhibah ke Pakistan sebagai “duta besar persahabatan” negaranya.

    “Saya mengutuk serangan teroris pengecut ini,” kecam Rajapaksa.

    AFP | BAGUS WIJANARKO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.