Thailand Gelontorkan Rp 4,9 Triliun Untuk Pariwisata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif ,  Bangkok: Pendudukan bandara internasional Thailand selama enam hari oleh kelompok anti pemerintah ternyata berimbas kerugian jutaan dolar. Pemerintah baru Thailand kini harus merogoh kantong lebih dalam untuk menyelamatkan sektor pariwisatanya dengan 15,6 triliun Baht atau sekitar Rp 4,9 trilun.


    “Jika sebuah bisnis gagal, akan menyebabkan keruntuhan negara,” ujar Menteri Pariwisata dan Olahraga Chumpol Slipa-Archa.


    Rencana penyelamatan selama empat tahun ini akan membantu industri pariwisata akibat penutupan selama enam hari Bandara Suvarnabhumi setelah diblokade. Penutupan itu menyebabkan 300 ribu penumpang terlantar di bandara dan seluruh penerbangan --baik yang akan datang maupun pergi-- dibatalkan.


    Industri pariwisata Thailand menyerap tenaga kerja 1,8 juta dan mendongkrak enam persen produk domestik bruto dalam negeri. “Kami telah kehilangan 100 triliun baht dan lebih dari dua juta wisatawan gara-gara penutupan bandara,”ujar menteri.


    Presiden Asosiasi Agen Wisata Thailand Aphicart Sankary mengatakan bahwa negerinya setiap hari menyambut 8 ribu – 12 ribu wisatawan asing saat musim liburan di Bulan November. “Jika situasinya membaik maka tahun depan kami bisa kedatangan wisatawan lebih dari 13 juta orang,” tambahnya.



    BANGKOKPOST| REUTERS| NUR HARYANTO

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.