Partai Sayap Kanan Jerman Ditipu, Satu Juta Selebaran Kampanye Gagal Disebar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung memegang balon, bendera, dan plakat selama kampanye kandidat partai sayap kanan Jerman Alternative for Germany (AfD) untuk pemilihan umum mendatang, Alice Weidel dan Tino Chrupalla, di Berlin, Jerman, 24 September 2021. [REUTERS/Annegret Hilse]

    Pendukung memegang balon, bendera, dan plakat selama kampanye kandidat partai sayap kanan Jerman Alternative for Germany (AfD) untuk pemilihan umum mendatang, Alice Weidel dan Tino Chrupalla, di Berlin, Jerman, 24 September 2021. [REUTERS/Annegret Hilse]

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang-orang yang menyamar sebagai kurir layanan pengiriman menipu partai sayap kanan Jerman dengan mengirim kembali selebaran kampanye ke kantor partai dua hari sebelum pemilu Jerman pada Ahad.

    Mereka menyamar sebagai orang dari layanan pengiriman yang memenangkan kontrak dari Alternative for Germany (AfD) untuk mendistribusikan satu juta selebaran kampanye.

    AfD, yang ditunjukkan oleh jajak pendapat dengan dukungan sekitar 11%, mengatakan "operasi penipuan" tampaknya dilakukan oleh anggota kelompok seni yang berbasis di Berlin yang disebut Center for Political Beauty.

    "Pamflet sekarang tidak berguna untuk kampanye kami," kata pemimpin AfD Tino Chrupalla, dikutip dari Reuters, 26 September 2021.

    "Inilah tepatnya tujuan dari mereka yang berada di balik operasi ini...Mereka mencoba untuk secara sengaja merugikan AfD dalam pemilu Jerman," katanya.

    Center for Political Beauty tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

    Empat tahun lalu, kelompok seni membangun versi sederhana dari peringatan Holocaust Berlin di dekat rumah seorang politisi AfD yang memicu kemarahan dengan menyarankan buku-buku sejarah harus lebih fokus pada korban Perang Dunia II Jerman.

    AfD memasuki parlemen Jerman pada tahun 2017, menarik dukungan dari pemilih yang marah pada keputusan Kanselir Angela Merkel pada tahun 2015 untuk menyambut hampir satu juta pencari suaka, terutama dari Suriah, Irak dan Afghanistan.

    Kubu Konservatif Merkel hampir bersaing ketat dalam jajak pendapat dengan Partai Sosial Demokrat kiri-tengah, yang memiliki keunggulan tipis.

    Alternative for Germany (AfD), yang dikucilkan oleh semua partai politik Jerman, menyangkal partai mereka memiliki pandangan rasis.

    Baca juga: Pemilu Jerman, Ada Peluang Legalisasi Ganja jika 3 Partai Ini Berkoalisi

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.