Susul Menlu, Menhan Belanda Ikut Mundur karena Kelalaian Evakuasi Afghanistan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Belanda Ank Bijleveld berbicara dalam konferensi pers di Den Haag, Belanda, 4 Oktober 2018. [REUTERS/Piroschka van de Wouw]

    Menteri Pertahanan Belanda Ank Bijleveld berbicara dalam konferensi pers di Den Haag, Belanda, 4 Oktober 2018. [REUTERS/Piroschka van de Wouw]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Belanda Ank Bijleveld pada Jumat mengatakan dia akan mengundurkan diri atas penanganannya terhadap evakuasi pengungsi dari Afghanistan bulan lalu, mengikuti langkah serupa oleh Menteri Luar Negeri Sigrid Kaag.

    Mayoritas parlemen Belanda, Tweede Kamer, pada Kamis mengatakan kedua menteri memikul tanggung jawab atas respon lambat pemerintah terhadap gelombang Taliban, dan gagal mempersiapkan perjalanan yang aman bagi ribuan warga Afghanistan yang bisa memenuhi syarat untuk suaka di Belanda, dikutip dari Reuters, 18 September 2021.

    Bijleveld, dari Partai CDA, adalah menteri keenam yang mengundurkan diri sejak pemerintahan Perdana Menteri Mark Rutte dijatuhkan oleh skandal subsidi pengasuhan anak pada Januari.

    Pemerintah dalam status sementara sejak itu, karena upaya Rutte dan Kaag untuk membentuk pemerintahan baru terhenti setelah pemilihan umum enam bulan lalu.

    Sigrid Kaag, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, berbicara di Den Haag, Belanda, 2 April 2021. [REUTERS/Piroschka van de Wouw/File Photo]

    Pada Kamis malam, Tweede Kamer mengeluarkan mosi kecaman terhadapnya karena evakuasi personel, warga, ajudan, dan anggota keluarga Belanda yang kacau balau dari Afghanistan.
    Mosi kecaman yang disetujui terhadap Sigrid Kaag mendorongnya untuk mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Menteri Luar Negeri pada hari Kamis, NL Times melaporkan.

    Dia sebagian besar dipuji karena memegang teguh keyakinannya bahwa seorang menteri harus mundur ketika Tweede Kamer mencela mereka, meskipun tidak ada kewajiban untuk mengundurkan diri pada saat seperti itu.

    Bijleveld pada awalnya mengatakan dia akan tetap, tetapi mempertimbangkan kembali sehari kemudian menyusul kritik keras dari anggota partai Kristen Demokratnya sendiri.

    "Saya ingin menyelesaikan misi kami untuk membawa mereka yang masih berada di Afghanistan dan yang mengandalkan kami ke tempat yang aman", kata Bijleveld, "tapi posisi saya telah menjadi bahan diskusi, dan saya tidak ingin menghalangi pekerjaan penting orang-orang yang bekerja untuk saya"

    Bijleveld mengumumkan pengunduran dirinya di kementerian pada Jumat sore. Meninggalkan pekerjaan bukanlah rencananya pada awalnya, katanya.

    NL Times melaporkan, Menteri Kehakiman Ferd Grapperhaus untuk sementara akan mengambil alih Kementerian Pertahanan Belanda sampai pengganti dari dalam jajaran CDA diumumkan.

    Baca juga: Evakuasi Afghanistan Kacau, Menteri Luar Negeri Belanda Mundur

    REUTERS | NL TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.