Iran dan Suriah Bukan Masalah Untuk Irak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington: Presiden Irak Jalal Talabani mengatakan saat ini Iran dan Suriah, yang dituduh Amerika Serikat sebagai penyebab kerusuhan di Irak, tidak lagi menjadi masalah.

    "Dengan senang hati saya mengatakan kepada Anda, Pak Presiden, bahwa hubungan kami dengan Turki, Suriah, Iran, dan negara Arab sangat baik, kata Talabani saat bertemu Presiden Amerika Serikat, George W. Bush, Rabu (10/9), di Gedung Putih, Amerika Serikat.

    Selama bertahun-tahun Washington sudah menuduh Suriah berpura-pura tidak tahu atas adanya kelompok perlawanan asing yang masuk ke Irak untuk melawan angkatan perang yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Suriah juga dituding telah membantu Iran dalam menjadikan pasukan gabungan yang dipimpin Amerika Serikat sebagai target perlawanan.

    Namun, seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan kepada wartawan, Selasa (9/9), bahwa setelah Bush mengumumkan akan menarik angkatan perangnya dari Irak dalam beberapa bulan mendatang, Iran sudah mengubah pola kedekatannya Irak.

    "Kami sekarang tahu bahwa Iran tidak membantu secara aktif pada waktu-waktu tertentu," kata pejabat tersebut yang identitasnya minta dirahasiakan. "Di titik ini, keputusan taktis ada di Iran, bukan keputusan strategis, tetapi sudah menjadi pola untuk beberapa bulan ke depan," kata pejabat tersebut.

    Sementara itu, Panglima Militer Amerika Serikat di Irak, Jenderal David Petraeus, mengatakan bahwa kini pemimpin Amerika Serikat dan Irak sedang mengambil sikap "tunggu dan lihat" dalam melihat kebijakan Teheran.

    Talabani juga mengatakan bahwa Bush bahwa di tanah Irak tidak ada tempat seincipun yang berada di bawah kontrol teroris, meskipun beberapa kelompok memang masih melakukan operasinya di Irak.

    "Masih sulit, tetapi tidak ada keraguan bahwa sentakannya sudah efektif, yang memungkinkan kami untuk menarik tentara ke luar," kata Bush yang telah mengirimkan 30 ribu angkatan perangnya ke Irak pada Januari 2007 lalu.

    Presiden Amerika Serikat yang masa kekuasaannya akan berakhir Januari 2009 tersebut mengatakan, Selasa (9/9), bahwa sejak saat ini sampai Februari 2009, dirinya mulai mengatur penarikan sekitar delapan ribu tentara Amerika Serikat dari Irak.

    "Amerika Serikat ingin hanya sedikit pasukannya yang ada di Irak. Tetapi kami berdua (bersama Talabani) ingin merealisasikan visi itu untuk mencapai keberhasilan," kata Bush.

    AFP | TM. DHani Iqbal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.