4 Fakta Kelompok Milisi Anti-Maduro di Kolombia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tentara deserir Venezuela terlihat di perbatasan Kolombia. Reuters

    Sejumlah tentara deserir Venezuela terlihat di perbatasan Kolombia. Reuters

    TEMPO.CO, Cucuta - Upaya menjatuhkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, masih terus berlangsung. Selain menempuh upaya diplomatik dan unjuk rasa di jalanan, yang dipimpin tokoh oposisi Juan Guaido, ada juga sekelompok orang yang berlatih militer di Kolombia.

    Baca juga: Amerika Boikot Konferensi Perlucutan Senjata karena Venezuela

    Seperti dilansir Reuters, Kolombia, yang bertetangga langsung dengan Venezuela, menampung para pembelot yang menentang Maduro. Apa saja yang mereka lakukan di sana untuk menjatuhkan Maduro:

    1. Kelompok Milisi

    Kelompok milisi asal Venezuela ini berkumpul di Kota Cucuta, yang berbatasan langsung dengan Venezuela. Mereka dilatih oleh seorang bekas sersan angkatan darat Venezuela yang membelot. Rencana besarnya adalah menguasai kota-kota di perbatasan sebelum melancarkan serangan ke Caracas untuk menjatuhkan Presiden Maduro.

    Baca juga: Isu Kudeta, Venezuela Minta Rakyat Melawan Amerika Serikat

    1. Intelijen

    Kelompok milisi ini dilatih oleh mantan petugas intelijen Venezuela. Mereka juga didukung mantan polisi. Jumlahnya delapan orang.

    Kelompok ini dipantau oleh intelijen Kolombia. Pemerintah Kolombia mengatakan kelompok ini belum bertindak melanggar hukum.

    Baca juga: Anerika Mengincar Perusahaan yang Berbisnis dengan Venezuela

    1. Operasi Venezuela

    Bekas Sersan Angkatan Darat, Eddier Rodriguez, mengatakan saat ini ada sekitar 150 orang yang menjadi milisi. “Tujuan kami membebaskan negeri,” kata Rodriguez, 37 taun, yang bekerja sebagai penjaga keamanan di Bogota, Kolombia. Dia mengatakan berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin kelompok perlawanan lain di Kolombia untuk mendukung aksinya. Milisi ini berusaha mengumpulkan senjata, amunisi, rompi anti-peluru, makanan dan minuman. Mereka juga berusaha mendapatkan sokongan dana untuk beraksi. Namun, tantangan bagi kelompok milisi ini tidak kecil karena Maduro didukung sekitar 150 ribu tentara.

    Baca juga: Dubes Amerika di Venezuela Sebut Jet Tempur Rusia Barang...

    1. Sikap Kolombia

    Pemerintah Kolombia mengaku tidak tahu menahu dengan keberadaan kelompok ini. Direktur Perbatasan Kolombia, Victor Bautista, mengatakan milisi bersenjata merupakan organisasi paramiliter. “Ini ditolak sepenuhnya oleh pemerintah kami,” kata Bautista.

    Seorang pejabat Kolombia mengatakan kelompok milisi Venezuela ini bisa dianggap melanggar hukum jika memiliki senjata ilegal dan berkonspirasi untuk melakukan kejahatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.