Senin, 24 September 2018

Isu Kudeta, Venezuela Minta Rakyat Melawan Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, seorang perwira keamanan terluka menyusul serangan drone selama pidato oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, Sabtu, 4 Agustus 2018.[Xinhua via AP]

    Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua China, seorang perwira keamanan terluka menyusul serangan drone selama pidato oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, Sabtu, 4 Agustus 2018.[Xinhua via AP]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Venezuela mengumumkan akan menggelar demo massal pada Selasa, 11 September 2018, menentang Amerika Serikat.

    Unjuk rasa besar-besar itu digelar terkait dengan laporan yang menyebutkan sejumlah pejabat Amerika Serikat melakukan pertemuan rahasia dengan para perwira militer Venezuela guna mendiskusikan kudeta terhadap Presiden Nicolas Maduro.

    Baca: Kudeta di Venezuela, Amerika Serikat Ikut Pertemuan Rahasia

    Foto yang diambil dari video yang dirilis Venezolana de Television, Presiden Nicolas Maduro (tengah) tengah menyampaikan pidato saat istrinya Cilia Flores mendongak setelah terkejut melihat ledakan di langit, di Caracas, Venezuela, Sabtu, 4 Agustus 2018.[Venezolana de Television melalui AP]

    "Amerika Serikat mengakui telah melakukan pertemuan sedikitnya tiga kali dengan para pemimpin kudeta militer," kata Diosdado Cabello, juru bicara Dewan Konstituen, lembaga yang menjalankan roda pemerintahan Venezuela.

    Pada sebuah petemuan dengan partai berkuasa Partai Sosialis Persatuan Venezuela, PSUV, Cabello juga melukiskan mengenai hubungan langsung antara ledakan drone pada 4 Agustus 2018 saat parade militer yang dihadiri Presiden Maduro dengan upaya kudeta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep