Lawan ISIS di Suriah, Eks Tentara Swiss Dihukum Bayar Denda

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roket pertempuran antara pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar Assad dan pemberontak di Suriah selatan, 25 Juli 2018. Pasukan Suriah telah berperang melawan pemberontak dan ISIS di perbatasan Israel selama berminggu-minggu dalam kampanye militer yang berhasil mengembalikan kekuasaan Presiden Bashar al-Assad di Suriah barat daya. AP

    Roket pertempuran antara pasukan yang setia kepada Presiden Suriah Bashar Assad dan pemberontak di Suriah selatan, 25 Juli 2018. Pasukan Suriah telah berperang melawan pemberontak dan ISIS di perbatasan Israel selama berminggu-minggu dalam kampanye militer yang berhasil mengembalikan kekuasaan Presiden Bashar al-Assad di Suriah barat daya. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan tentara Swiss yang memimpin pertempuran milisi Kristen melawan milisi ISIS di Suriah dihukum membayar denda karena mencederai kebijakan netralitas pemerintah Swiss.

    Hanna Johannes Cosar dihukum membayar denda 500 Swiss francs atau setara dengan Rp 6,9 juta atas pelanggaran yang dilakukan di Suriah, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 22 Februari 2019. 

    Dia juga dikenai denda yang ditangguhkan sebesar 4.500 Swiss franc.

    Baca: Moroko Tangkap Warga Swiss Terduga Pelaku Serangan Teroris

    Kasus Cosar disebut sebagai contoh kasus jarang erjadi di negara-negara Eropa yang menghukum warganya yang bertempur melawan ISIS ketimbang menghukum milisi yang bertempur di Irak dan Suriah.

    "Sebagai Kristiani kami tidak hanya bertempur melawan ISIS, kami bertempur melawan negara yang membenci kami," kata Cosar, mantan sersan di pasukan Swiss dalam wawancara dengan media Israel, Haaretz pada tahun 2014.

    Baca: Menolak Salaman, Sepasang Muslim Ditolak Jadi Warga Swiss

    Keluarga Cosar yang pindah dari Suriah ke Swiss tiga generasi lalu dituduh bergabung dengan tentara swasta yang bersumpah untuk membela Syriacs, salah satu komunitas Kristen tertua di dunia, dalam melawan milisi ISIS.

    Sekitar dua tahun bertempur di Suriah, Cosar kembali ke Swiss dan kemudian dia ditangkap pada tahun 2015.

    Baca: Ini 11 Negara yang Melarang Pemakaian Cadar dan Burqa

    Cosar waktu itu terancam dihukum penjara 3 tahun sesuai undang-undang Swiss karena bertempur bersama Legiun Luar Negeri Prancis tanpa izin pemerintah Swiss.

    Pemerintah Swiss mengeluarkan kebijakan netral dalam pertempuran sejumlah negara-negara sekutu AS di Suriah untuk mengalahkan ISIS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.