Rabu, 26 September 2018

Menolak Salaman, Sepasang Muslim Ditolak Jadi Warga Swiss

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kepolisian Swiss berjaga-jaga setelah terjadinya penembakan di luar Islamic center, Zurich, Swiss, 19 Desember 2016. Sedikitnya tiga orang luka-luka dalam insiden yang terjadi di sebuah masjid tersebut. REUTERS/Arnd Wiegmann

    Sejumlah kepolisian Swiss berjaga-jaga setelah terjadinya penembakan di luar Islamic center, Zurich, Swiss, 19 Desember 2016. Sedikitnya tiga orang luka-luka dalam insiden yang terjadi di sebuah masjid tersebut. REUTERS/Arnd Wiegmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kota Lausanne menolak untuk memberikan kewarganegaraan Swiss kepada sepasang Muslim setelah pasangan ini menolak bersalaman dengan orang yang berbeda jenis kelamin.

    Baca: Referendum: Swis Larang Masjid Punya Menara

    Wali kota Lausanne, Gregoire Junod menjelaskan, status kewarganegaraan Swiss tidak diberikan ke pasangan Muslim itu karena tidak menghormati kesetaraan gender.

    Sebelumnya, ujar Junod, komisi kota telah ditanyai untuk menentukan apakah mereka memenuhi kriteri menjadi warga negara Swiss.

    Namun, putusan yang dibuat pada Jumat, 17 Agustus 20018, memutuskan pasangan itu tidak dapat bergabung sebagai warga Swiss.

    Junod menolak menyebut nama pasangan itu, termasuk kewarganegaraan mereka sebelum mengajukan diri menjadi warga Swiss.

    Baca: Penembakan di Masjid Zurich, 3 Jemaah Terluka

    Selain tidak mau berjabat tangan dengan orang yang berbeda jenis kelamin dengannya, Junod menjelaskan, pasangan itu juga kesulita menjawab pertanyaan yang diajukan oleh orang yang berbeda jenis kelamin.

    Sejumlah umat Muslim memberikan argumentasinya atas kasus ini dengan menjelaskan bahwa Islam tidak mengizinkan kontak fisik dengan seseorang yang berbeda jenis kelamin, kecuali dengan anggota keluarganya.

    Junod menegaskan, kebebasan berkeyakinan dan beragama tidak diatur dalam hukum di Canton of Vaud, yang menjadi pedoman Lausanne. Namun, Junod menegaskan:" praktik keagaaman tidak berada di luar hukum."

    Baca: Sebelum Oprah, Ini Rasisme di Negara Swiss

    "Konstitusi dan kesetaraan antara pria dan wanita menang terhadap sikap fanatik," ujar Pierre-Antoine Hildbrand, wakil wali kota Laussane seperti dikutip dari inews.co.uk, Sabtu, 18 Agustus 2018.

    Pasangan Muslim itu diberi waktu 30 hari untuk menanggapi putusan Komisi Kota Lausanne  yang menolak pemberian status kewarganegaraan Swiss kepada mereka. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Joaquin Phoenix dan Para Pemeran Joker Sejak 1966

    Sutradara film terbaru Joker, Todd Phillips mengunggah foto pertama Joaquin Phoenix sebagai Joker, akan tayang Oktober 2019. Inilah 6 pemeran lainnya.