4 Warga Amerika Serikat yang Ditahan di Korea Utara

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua tentara Korea Selatan dan tentara AS, berdiri di sisi selatan selama tur pers di desa perbatasan Panmunjom di Zona Demiliterisasi atau DMZ, Korea Selatan, 18 April 2018. Pertemuan ini bertujuan untuk mengakhiri perseteruan kedua bangsa serumpun. AP/Lee Jin-man

    Dua tentara Korea Selatan dan tentara AS, berdiri di sisi selatan selama tur pers di desa perbatasan Panmunjom di Zona Demiliterisasi atau DMZ, Korea Selatan, 18 April 2018. Pertemuan ini bertujuan untuk mengakhiri perseteruan kedua bangsa serumpun. AP/Lee Jin-man

    TEMPO.CO, JakartaKorea Utara mendeportasi Bruce Warren Lowrance, warga negara Amerika Serikat, setelah dia menyelinap secara ilegal ke Korea Utara.

    Bruce diyakini adalah orang yang sama yang dideportasi oleh Korea Selatan setahun yang lalu, setelah tertangkap berkeliaran di dekat perbatasan Korea Utara yang dipenuhi ranjau dengan Korea Utara, saat sedang mencari cara untuk menyebrang ke Korut.

    Baca: Larangan Warga Amerika Serikat ke Korea Utara Diperpanjang

    Menyelinap ke Korea Utara telah terbukti menjadi godaan kuat bagi sebagian orang Amerika. Ada yang didorong oleh semangat agama, yang lain hanya tertarik oleh misteri negara terisolasi itu. Berikut warga AS yang masuk ke Korea Utara selama sepuluh tahun terakhir, seperti dilansir dari Associated Press, 17 November 2018.

    1. BRUCE BYRON LOWRANCE

    Bulan lalu Kantor Berita Korea Utara melaporkan seorang warga AS bernama Bruce Byron Lowrance ditahan pada Oktober setelah masuk ke Korut secara ilegal dari perbatasan Cina.

    Kantor Berita Korut mengatakan dia masuk adalah ulah dari CIA. Banyak orang asing yang ditahan mengatakan setelah pembebasan mereka dari Korea Utara, bahwa vonis bersalah mereka di pengadilan Korut dipaksakan.

    Keputusan Korea Utara untuk mendeportasi Lowrance setelah hanya satu bulan kurungan adalah pembebasan cepat yang pernah dilakukan Pyongyang, yang tampaknya mengisyaratkan keinginan untuk tetap menghidupkan suasana dialog positif dengan Amerika Serikat.

    Tentara Korea Selatan berjaga saat proses pembersihan ranjau darat di zona demiliterisasi (DMZ) di Cheorwon, Korea Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS

    Pada November tahun lalu, Korea Selatan mengatakan seorang pria bernama Lowrance ditangkap di daerah di selatan Zona Demiliterisasi. Pria itu kemudian mengatakan kepada para penyidik Korea Selatan bahwa dia yakin perjalanannya ke Korea Utara akan menyelesaikan ketegangan antara Washington dan Pyongyang atas kematian Otto Warmbier, seorang mahasiswa Amerika yang meninggal tahun lalu setelah dibebaskan dari Utara dalam keadaan koma.

    Lowrance ditangkap di Korea Selatan pada hari yang sama ketika seorang tentara Korea Utara kabur ke Korea Selatan, melintasi perbatasan di bawah rentetan peluru yang ditembakkan oleh tentara Korea Utara.

    2. OTTO WARMBIER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.