Senin, 10 Desember 2018

5 Hal Mengenai GRU - Dinas Intelijen Militer Rusia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin melihat sasaran saat mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

    Presiden Rusia Vladimir Putin melihat sasaran saat mencoba sniper Chukavin SVCh-308 saat menghadiri pameran Kalashnikov Concern di taman militer Patriot, Rusia, 19 September 2018. Sputnik/Alexei Nikolsky/Kremlin via REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow - Nama lembaga intelijen militer GRU dari Rusia kembali menjadi sorotan media Barat setelah pemerintah Belanda, Inggris dan Amerika Serikat menuding sejumlah anggota dinas intelijen itu terlibat peretasan pada Kamis, 4 Oktober 2018.

    Baca:

    Tudingan ini muncul, seperti dilansir kantor berita TASS, saat Presiden Rusia, Vladimir Putin, sedang dalam kunjungan kenegaraan ke India untuk membahas sejumlah kerja sama termasuk penjualan sistem senjata rudal antiserangan udara S-400.

    Media ini melansir India berminat membeli sistem senjata canggih itu senilai US$5 miliar atau sekitar Rp76 triliun, yang mendapat keberatan dari negara Barat khususnya Amerika Serikat.

    Berikut ini 5 poin mengenai GRU, seperti dilansir dari Reuters, yang kerap dituding terlibat peretasan di negara Barat termasuk pada pemilu AS 2016:

    1. Nama

    Nama GRU yang merupakan singkatan dari Direktorat Intelijen Utama dalam bahasa Rusia. Pada 2010, lembaga ini berganti nama menjadi hanya GU atau Direktorat Utama, yang berada di bawah kepala staf umum militer Rusia. Namun, singkatan lama GRU masih tetap digunakan.

    Baca:

    2. Berdiri

    GRU didirikan pada 1918 setelah Revolusi Bolshevik. Saat itu, Vladimir Lenin meminta lembaga ini terpisah dari unit intelijen lainnya, yang memandangnya sebagai rival.

    Rusia memiliki dua lembaga intelijen lain yang berasal dari lembaga intelijen KGB pada era Uni Sovyet yaitu Foreign Intelligence Service (SVR), dan Federal Security Service (FSB).

    Baca:

    3. Mekanisme

    GRU bertanggung jawab langsung kepada kepala staf umum dan Menteri Pertahanan Rusia. Kepala GRU adalah Igor Korobov, yang terkena sanksi kementerian Keuangan AS pada 2016 terkait upaya mencampuri pemilu AS dan serangan siber lainnya. Valeri Gerasimov merupakan kepala staf umum dan terkena sanksi Uni Eropa terkait aneksasi Rusia atas Crimea, yang awalnya bagian dari Ukraina.

    4. Website

    GRU tidak memiliki alamat situs resmi dan tidak pernah membuat pernyataan publik mengenai kerjanya. Struktur, jumlah staf dan pembiayaannya merupakan rahasia negara. Agen dari GRU tersebar di berbagai belahan dunia. Lembaga ini juga memiliki unit tempur yang pernah bertempur di Afghanistan dan Chechnya.

    Baca:

    5. Kunjungan

    Presiden Putin pernah mengunjungi kantor GRU di Moskow, Rusia, pada 2006. Saat itu, Putin berpose latihan menembak. Sergei Skripal, yang terkena racun Novichok di Salisbury, Inggris, pernah bekerja di GRU sebelum membelot ke Inggris. Putin menyebutnya bajingan dan pengkhianat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.