Rabu, 22 Agustus 2018

Terbongkar, Wanita di Kedutaan AS di Moskow Intelijen Rusia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor FSB Rusia.

    Kantor FSB Rusia.

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang wanita yang bekerja di Kedutaan Amerika Serikat di Moskow selama lebih dari satu dekade diduga kuat sebagai intelijen Rusia.

    Penyelidik dari kantor Keamanan Regional Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat atau RSO menemukan bukti bahwa wanita Rusia ini bekerja untuk kepentingan badan intelijen Rusia, FSB, pengganti KGB.

    Baca: Eks Agen Diracun, Intelijen Wanita Rusia Hapus Foto Makanan di IG

    Aktivitas intelijen wanita tersebut terbongkar setelah aparat RSO melakukan penyelidikan rutin seperti dilaporkan Guardian dan CNN.

    Bukti yang ditemukan menunjukkan wanita ini mengikuti sejumlah pertemuan rutin dengan FSB.

    "Kami menemukan bahwa mereka semua berbicara dengan FSB, namun dia memberikan mereka informasi lebih banyak daripada yang seharusnya dia miliki," kata seorang pejabat kepada CNN.

    Menurut Guardian, wanita yang tidak disebut identitasnya awalnya disewa oleh Secret Service Amerika Serikat. Oleh karenanya dia memiliki akses  membuka Intranet dan sistem email Secret Service. Alhasil, wanita ini diduga berpotensi dapat mengakses materi rahasia termasuk jadwal presiden dan wakil presiden.

    Baca: Beda dengan Intelijen, Trump Sebut Rusia Tidak Target AS

    "Namun dia tidak memiliki akses ke informasi yang sangat rahasia," ujar seorang sumber kepada CNN.

    Selama bertahun-tahun wanita Rusia itu bekerja untuk Secret Service. Dia kemudian dicurigai pada tahun 2016 saat aparat RSO melakukan pemeriksaan rutin.

    Setelah dicurigai, Secret Service berusaha menutupi kasus ini dengan membiarkan wanita tersebut pergi ketika Rusia memerintahkan pengusiran 750 dari 1.200 staf diplomatik AS dari kedutaannya di Rusia. Aksi pengusiran ini terjadi saat AS menuding Rusia ikut campur pemilihan presiden AS tahun 2016. Wanita Rusia itu kini dikabarkan menghilang. 

    "Secret Service berusaha menyembunyikan pelanggaran ini dengan memecatnya," ujar seorang sumber.

    Baca: Serangan Siber dari Rusia ke Amerika Serikat Naik

    Secret Service merupakan lembaga penegak hukum Amerika Serikat yang berada di bawah payung Kementerian Keamanan Dalam Negeri. Secret Service memiliki lebih dari 150 kantor di seluruh dunia.

    Meski kerusakan telah terjadi, namun petinggi senior Secret Service tidak memerintahkan investigasi internal untuk mengatasi kerusakan dan mencermati apakah wanita Rusia itu memperkerjakan orang lain untuk membagikan informasi lebih banyak lagi kepadanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.