8 Ulah Pemimpin Dunia yang Mengejutkan di Majelis Umum PBB

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Kuba Fidel Castro berpidato panjang di hadapan Majelis Umum PBB, di New York, pada 12 Oktober 1979. Fidel Castro meninggal dalam usia 90 tahun, pada 25 November 2016. AP/Marty Lederhandler

    Presiden Kuba Fidel Castro berpidato panjang di hadapan Majelis Umum PBB, di New York, pada 12 Oktober 1979. Fidel Castro meninggal dalam usia 90 tahun, pada 25 November 2016. AP/Marty Lederhandler

    4. Gadhafi pidato seenaknya.
    Muammar Gadhafi dari Libya juga memiliki kecenderungan untuk bertele-tele dalam pidatonya di badan-badan dunia. Pidatonya di tahun 2009, dicatat memakan waktu 1 jam, 40 menit. Dengan mengenakan jubah Badui coklat dan baret hitam, ia menghujat PBB karena gagal mencegah perang, menyarankan bahwa mereka yang menyebabkan diadilinya "pembunuhan massal" di Irak, dan membela hak Taliban untuk mendirikan emirat Islam. Pada satu titik, Gaddafi menerima salinan Piagam PBB dan tampaknya merobeknya serta mengatakan bahwa ia tidak mengakui otoritas dokumen itu. Kemudian pada hari itu, PM Inggris Gordon Brown mengatakan pada sidang umum: "Saya berdiri di sini untuk menegaskan kembali Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan untuk merobeknya."

    Baca: PM Selandia Baru Bawa Bayi dan Suami ke Sidang Umum PBB

    5. Chavez dan “Iblis”.
    Pemimpin Venezuela Hugo Chavez menarik nafas di PBB pada tahun 2006 ketika ia hendak mengatakan tentang Presiden AS George W. Bush. "Kemarin, iblis datang ke sini."  Chavez melanjutkan bahwa podium ruang Majelis Umum PBB "masih berbau belerang." Dia mengejek PBB  yang pada saat itu terlibat dalam Perang Irak yang ditentang keras oleh Chavez.

    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (kiri) dan Presiden Venezuela Hugo Chavez di Caracas, Venezuela, (10/1) REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    6. Ahmadinejad dan 9/11.
    Presiden garis keras Iran Mahmoud Ahmadinejad memilih keluar dari sidang umum pada tahun 2010 ketika ia mempertanyakan apakah serangan 11 September 2001 penting. Ia mengatakan menara kembar WTC bisa roboh karena ledakan, bukan pesawat. Kunjungannya ke New York mendorong kemarahan di antara penduduk New York.

    7. Bibi dan Bom.
    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, berbicara di sidang umum PBB tentang program nuklir Iran pada 27 September 2012. Netanyahu yang biasa disapa Bibi mengangkat diagram besar kartun tentang bom. Bom itu dibagi menjadi beberapa bagian yang menandai 70 persen dan 90 persen. Netanyahu mengatakan bahwa Iran ada pada 70 persen dari jalan untuk memperkaya uranium untuk senjata nuklir. Dia mendesak dunia untuk menarik "garis merah" yang jelas dan menghentikan program nuklir negara itu. Ia kemudian menarik garis merah di bawah 90 persen, menegaskan bahwa Iran akan sejauh itu pada pertengahan 2013 dan tidak memperbolehkan hal itu terjadi. Netanyahu memperingatkan bahwa "tidak ada yang bisa membahayakan dunia lebih dari Iran yang bersenjata nuklir" dan bersikeras bahwa "garis merah" untuk mencegah perang.

    AP NEWS | SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?