Senin, 10 Desember 2018

PM Selandia Baru Bawa Bayi dan Suami ke Sidang Umum PBB

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Selandia Baru menghadiri sidang paripurna PBB di New York bersama bayi dan suaminya. [ THE NATIONAL | REUTERS]

    PM Selandia Baru menghadiri sidang paripurna PBB di New York bersama bayi dan suaminya. [ THE NATIONAL | REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Selandia Baru, yang menjadi terkenal di dunia internasional karena melahirkan di saat bertugas, kembali menuai perhatian dengan membawa bayi perempuannya yang berusia tiga bulan, Neve,  untuk ikut serta dalam sidang umum PBB.

    Jacinda Ardern, 38, merupakan pemimpin dunia kedua yang pernah melahirkan saat sedang bertugas. Pemimpin pertama adalah Benazir Bhutto, mantan PM Pakistan ketika melahirkan putrinya di tahun 1990.

    Baca: PM Selandia Baru Melahirkan, Kedua di Dunia Setelah Benazir

    Ardern tertangkap kamera sedang mencium dan mengayun Neve ke atas dan ke bawah di aula pertemuan utama. Di sebelahnya duduk suaminya, Clarke Gayford. Mereka menghadiri pertemuan paripurna PBB yang dikenal sebagai Nelson Mandela Peace Summit.

    Gayford, yang berprofesi sebagai pembawa acara memancing dan yang juga berencana untuk menjadi pengasuh utama bagi putri mereka, mengunggah foto identitas diplomatik PBB  untuk bayinya yang diklasifikasi sebagai “Bayi Pertama Selandia Baru” di jejaring sosial Twitter.

    “Saya berharap, saya dapat mengabadikan pandangan mengejutkan dari delegasi Jepang pada rapat kemarin di PBB, khususnya pada saat ia berjalan menuju ke ruang rapat dan melihat istri saya yang sedang menggantikan popok anak kami. Suatu momen yang besar untuk tanggal 21,” tulisnya.

    Ardern menjadi perdana menteri pada Oktober, yaitu tiga bulan setelah mengambil alih Partai Buruh karena melemahnya suara partai tersebut dalam pemilihan. Ia kembali bekerja bulan lalu setelah mengambil cuti melahirkan selama enam minggu.

    Ardern telah mengumumkan bahwa ia akan melakukan perjalanan ke PBB di New York bersama keluarganya. Sebelumnya pada hari Senin, ia menyampaikan pengumuman tersebut pada saat peluncuran acara Minggu Iklim tahunan.

    Baca: Ketika perempuan PM Selandia Baru hadapi para lelaki pemimpin di APEC

    Kehamilan, masa-masa menjadi seorang ibu dan koalisi pemerintahannya telah membuatnya menjadi representasi dari feminisme dengan latar belakang gerakan #MeToo di Amerika Serikat, di mana ia juga mengambil bagian dalam kemunculannya di serangkaian media.

    “Saya harus katakan bahwa rasanya pada saat itu setara!” guraunya pada The Today Show, program pagi utama di NBC News, ketika ditanya mana yang lebih susah – membawa bayi berusia tiga bulan pada penerbangan 17 jam atau memerintah suatu negara.

    THE NATIONAL | NEWS.COM.AU | SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.