Kim Yong Chol - Mike Pompeo Bahas Denuklirisasi Korut dan KTT

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Yong Chol meninggalkan hotel di New York, Amerika Serikat, Rabu 30 Mei 2018. Pejabat senior Korea Utara ini tiba di New York dan menjadi pejabat tinggi Korea Utara yang mengunjungi Amerika Serikat dalam 18 tahun terakhir, untuk persiapan KTT Donald Trump dan Kim Jong Un.[AP/Andres Kudacki]

    Kim Yong Chol meninggalkan hotel di New York, Amerika Serikat, Rabu 30 Mei 2018. Pejabat senior Korea Utara ini tiba di New York dan menjadi pejabat tinggi Korea Utara yang mengunjungi Amerika Serikat dalam 18 tahun terakhir, untuk persiapan KTT Donald Trump dan Kim Jong Un.[AP/Andres Kudacki]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat tinggi Amerika Serikat dan Korea Utara bertemu di New York pada Rabu malam selama dua hari pembicaraan tentang nasib program senjata nuklir Korea Utara dan persiapan KTT antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jung Un.

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, dan Kim Yong Chol, seorang penasihat utama pemimpin Korea Utara Kim Jung Un, bertemu selama sekitar 90 menit saat makan malam dan keluar tanpa memberikan komentar rinci isi pertemuan. Belum diketahui apakah kedua orang membuat kesepakatan yang mempersempit hubungan permusuhan antara Washington dan Pyongyang selama puluhan tahun.


    Makan malam keduanya berlangsung di dalam sebuah apartemen di East Side, New York, tepat di sebelah selatan kantor PBB. seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri secara terpisah memberi penjelasan kepada wartawan tentang pembicaraan tingkat tinggi yang sedang berlangsung.


    Mike Pompeo dan Kim Yong Chol, Wakil Ketua Komite Sentral Partai Buruh Korea Utara, "mencoba untuk saling mengenal satu sama lain" setelah dua pertemuan awal mereka tahun ini di Korea Utara, kata pejabat AS seperti dilaporkan Reuters, 30 Mei 2018.

    Baca: Pejabat Tinggi Korea Utara ke Amerika Serikat Temui Pompeo

    Pejabat itu menambahkan bahwa sebelum pertemuan puncak antara kedua pemimpin digelar, Pyongyang harus menjelaskan apa yang mereka bersedia lakukan kepada tuntutan dari Washington untuk mengakhiri program senjata nuklirnya.


    Jika tidak ada kemajuan yang mengarah pada pertemuan produktif antara Donald Trump dan Kim Jung Un, pejabat itu menyampaikan, "Kami akan meningkatkan tekanan pada mereka dan kami akan siap untuk jika mereka siap."

    Sebelum acara makan malam Pompeo menggarisbawahi permintaan Donald Trump.

    “Saya menantikan pertemuan dengan Kim Yong Chol di New York untuk mendiskusikan potensi KTT @Potus dengan Ketua Kim. Kami berkomitmen terhadap denuklirisasi lengkap dari Semenanjung Korea @StateDept, ” tulis Pompeo di Twitter.

    Penasehat senior Gedung Putih, Ivanka Trump, dan Jenderal Kim Yong Chol, pimpinan delegasi Korea Utara, terlihat bersama saat acara penutupan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang, Korea Selatan, Ahad, 25 Februari 2018.

    Gedung Putih mengatakan pada Rabu juga dilakukan perundingan di zona demiliterisasi di sepanjang perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan untuk KTT 12 Juni.

    Baca: Amerika Serikat Rilis Peringatan Serangan Siber Korea Utara

    Secara terpisah pada hari yang sama di Pearl Harbor, Hawaii, Laksamana Harry Harris, kepala komandan Pasifik AS yang ditunjuk Trump untuk menjadi duta besar bagi Korea Selatan, mengatakan Korea Utara tetap menjadi ancaman paling besar bagi Amerika Serikat.

    "Dan Korea Utara yang memiliki kemampuan nuklir dengan rudal yang dapat mencapai Amerika Serikat tidak dapat diterima," kata Harris.

    Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan negosiasi tentang agenda KTT sejauh ini telah berjalan lambat dan muncul dua masalah mendasar, yakni ketentuan denuklirisasi Korea Utara dan apakah kedua belah pihak akan mengambil tindakan pada saat yang sama atau secara terpisah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.