Eks Komandan Israel Desak Pemerintah Berunding dengan Hamas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Israel Defence Force (IDF). thegalileeexperience.com

    Israel Defence Force (IDF). thegalileeexperience.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas komandan pasukan Israel di Front Selatan meminta pemerintah melakukan perundingan dengan Hamas guna menghentikan unjuk rasa dekat perbatasan Jalur Gaza. Demikian laporan Quds Press seperti dikutip Middle East Monitor, Sabtu, 19 Mei 2018.

    "Demonstrasi di dekat perbatasan Jalur Gaza-Israel sebagai sebuah tantangan bagi Tel Aviv," kata Mayor Jenderal (Purn) Doron Almog.

    Baca: Palestina Desak PBB Selidiki Israel Atas Insiden Gaza

    Mayor Jenderal (Purn) Doron Almog, bekas Komandan Pasukan Pertahanan Israel di Jalur Gaza. [screengrab / Youtube]

    Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada Radio Angkatan Bersenjata Israel, Almog juga memperingatkan kemungkinan meningkatnya unjuk rasa di Jalur Gaza yang dapat memperlebar konflik. Seperti misalnya penembakan rudal oleh kelompok bersenjata yang tidak dikontrol oleh Hamas.

    Menurut dia, konflik di perbatasan Gaza dapat berkembang ke Tepi Barat, selanjutnya meningkat hingga ke Libanon dan Suriah.Seorang pria Palestina mengibarkan bendera bentrok dengan tentara Israel ketika melakukan aksi menuntut kembali ke tanah leluhur mereka di perbtasan Israel-Gaza di jalur Gaza, 18 Mei 2018. REUTERS/Mohammed Salem

    "Kepemimpinan di Tel Aviv paham soal eskalasi ini," kata mantan Komandan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ini. Dia melanjutkan, "Tel Aviv bisa melakukan perjanjian dengan Hamas selama lima atau sepuluh tahun dengan mediasi Mesir, Otoritas Palestina, atau pemerintah Amerika Serikat."

    Ribuan warga Palestina melakukan unjuk rasa di dekat pagar perbatasan Jalur Gaza-Israel menuntut pengembalian tanah mereka yang dicaplok Israel pada 1948 dan 1967. Mereka juga menuntut Israel mencabut blokade terhadap Jalur Gaza.

    Baca: Peringatan 70 Tahun Hari Nakba, 109 Warga Palestina Tewas

    Sejak dimulainya unjuk rasa, 30 Maret 2018, tentara Israel menembak mati 117 warga Palestina yang terdiri atas pria, wanita, dan anak-anak. Menurut laporan Middle East Monitor, aksi keras Israel itu melukai lebih dari 12 ribu orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.