Jumat, 19 Oktober 2018

Peringatan 70 Tahun Hari Nakba, 109 Warga Palestina Tewas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang demonstran Palestina melemparkan batu kearah tentara Israel saat bentrokan menolak kedubes AS pindah ke Yerusalem dan jelang peringatan Nakba ke-70 di Gaza, 14 Mei 2018. AP

    Seorang demonstran Palestina melemparkan batu kearah tentara Israel saat bentrokan menolak kedubes AS pindah ke Yerusalem dan jelang peringatan Nakba ke-70 di Gaza, 14 Mei 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Palestina memperingati 70 tahun hari Nakba pada 15 Mei 2018, dengan kesedihan. Hari Nakba adalah peringatan saat masyarakat Palestina terusir dari tanah air mereka dan berdirinya Israel pada 15 Mei 1948.

    Aksi protes memperingati hari Nakba dimulai pada 30 Maret 2018 sampai 14 Mei 2018. Protes dilakukan di dekat pagar perbatasan Gaza-Israel.

    Sepanjang tujuh pekan aksi protes itu, total 109 masyarakat Palestina tewas di tangan pasukan keamanan Israel. Sedangkan korban luka-luka tercatat 12.000 orang. Korban tewas terbanyak terjadi dalam bentrokan pada 14 Mei 2018 atau sehari sebelum puncak perayaan hari Nakba pada 15 Mei 2018, yakni lebih dari 60 tewas.

    Baca: Pemimpin Hamas ke Mesir Menjelang Demonstrasi Besar Nakba

    Perempuan Palestina mengumpulkan batu yang akan diberikan kepada pria untuk melempari tentara Israel di balik pagar pembatas antara Jalur Gaza dan wilayah Israel. [Aljazeera]

    Baca: Sehari Menjelang Peringatan Nakba, Puluhan Warga Palestina Tewas

    Dikutip dari situs Aljazeera.com pada 15 Mei 2018, Liga Arab menyerukan pengadilan kriminal internasional atau ICC agar menginvestigasi tindak kejahatan Israel terhadap masyarakat Palestina. Liga Arab mengutuk pembantaian terhadap masyarakat Palestina.

    "Israel adalah sebuah entitas penindasan dan kekejaman. Para politisi dan pejabat tinggi Israel harus dibawa ke pengadilan internasional," kata Amjad Shamout, Kepala Komite Liga Arab.

    Sedangkan Nikolay Mladenov, utusan khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah menyerukan kepada komunitas internasional agar bertindak cepat dan secara efektif mengakhiri kekerasan di Jalur Gaza, Palestina. Sebab untuk mengakhiri kekerasan ini, membutuhkan usaha terbaik seluruh pihak supaya mencegah meletupnya peperangan yang dapat mendorong keseluruhan kawasan ke dalam konfrontasi mematikan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.