Sabtu, 18 Agustus 2018

Anwar Ibrahim: Kekalahan Najib Sebuah Karma

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Partai Keadilan Rakyat, Wan Azizah Wan Ismail (tengah), berfoto dengan suaminya, Anwar Ibrahim, yang juga bekas Deputi PM Malaysia, di rumahnya seusai pembebasan Anwar dari Penjara Sungai Buloh Malaysia. Channel News Asia

    Presiden Partai Keadilan Rakyat, Wan Azizah Wan Ismail (tengah), berfoto dengan suaminya, Anwar Ibrahim, yang juga bekas Deputi PM Malaysia, di rumahnya seusai pembebasan Anwar dari Penjara Sungai Buloh Malaysia. Channel News Asia

    TEMPO.CO, Jakarta - Anwar Ibrahim, setelah bebas dari kurungan penjara, melewati hari-harinya dengan berkumpul bersama keluarga, sebagaimana dilaporkan Channel News Asia.

    "Saya masih ingin beristirahat, berobat, dan menemui para sahabat," ucap Anwar kepada Fahmi Idris, sahabatnya dari Indonesia yang membesuknya di rumah sakit Malaysia, Selasa, 15 Mei 2018.

    Baca: Bebas, Anwar Ibrahim: Malaysia Memasuki Era Baru Reformasi

    Anwar mendapatkan pengampunan penuh dari kerajaan atas tudingan melakukan sodomi terhadap bekas ajudannya sehingga harus mendekam dalam bui pada 2015.Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengalungkan karangan bunga pada istrinya Wan Azizah Wan Ismail saat menggelar konferensi pers bersama keluarganya setelah ia bebas dari hukuman, di Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. AP Photo/Andy Wong

    Sejak Pakatan Harapan (PH) mengalahkan Barisan Nasional (BN) dalam sebuah kemenangan pemilu mengejutkan pekan lalu, Najib Razak tumbang dari kursi perdana menteri.

    "Dia mengundurkan diri sebagai pimpinan BN dan presiden partainya menyusul pelarangan bepergian ke luar negeri untuk kepentingan investigasi atas berbagai tudingan," tulis Channel News Asia, Kamis, 17 Mei 2018.

    "Itu adalah karma. Anda harus membayar apa yang Anda pernah lakukan," kata Anwar terkait dengan kondisi Najib saat ini. "Secara pribadi, saya tidak memiliki kebencian, saya telah memaafkannya. Tapi bantuan publik dan kegiatan kriminal yang melibatkan pihak lain harus diperiksa," ucapnya.Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menemui Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad setelah ia bebas dari hukuman, di National Palace, Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Department of Information/Krish Balakrishnan/Handout via REUTERS

    Anwar menuturkan dia juga telah memaafkan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Dia dipecat oleh Mahathir sebagai wakil perdana menteri pada 1998. Selanjutnya, Anwar dikirim ke penjara pada 1999.

    Baca: Ini Klarifikasi Wan Azizah Soal Anwar Ibrahim Gantikan Mahathir

    "Anwar menuding Mahathir di balik pengirimannya ke dalam terali besi. Hal yang sama dilakukan Najib terhadapnya," Channel News Asia melaporkan.

    Kini, semuanya telah berakhir tanpa rasa benci. Anwar bersatu kembali dengan Mahathir untuk mengendalikan Malaysia. "Saya yakin Mahathir telah melakukan pekerjaannya dengan baik," kata Anwar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.