Trump Janjikan Xi Jinping Bantu ZTE dari Sanksi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    TEMPO.CO, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dia dan Presiden Cina, Xi Jinping, sedang mencari jalan keluar bagi perusahaan manufaktur teknologi ZTW Corp dari sanksi 7 tahun larangan impor komponen canggih.

    Trump mengatakan ini dilakukan agar ZTE bisa kembali berbisnis dengan cepat. ZTE terkena sanksi finansial dan larangan mengimpor komponen teknologi canggih dari perusahaan AS karena menjual produk telekomunikasi ke Korea Utara dan Iran pada 2017.

    Baca: Proyek Ambisius Lido City Jakarta Libatkan Donald Trump-Cina-MNC

    Trump mencuit ini setelah mengeluarkan larangan ekspor AS untuk penjualan komponen canggih ke perusahaan teknologi Cina ini sekitar tiga pekan lalu. Tawaran ini dilakukan menjelang pertemuan puncak dagang kedua negara yang akan digelar pada pekan ini di AS.

    “AS dan Cina bekerja sama baik soal perdagangan tapi negosiasi yang telah lewat terlalu memihak Cina selama bertahun-tahun. Jadi sulit bagi mereka untuk membuat kesepakatan yang menguntungkan kedua negara,” kata Trump seperti dilansir Reuters, Ahad, 13 Mei 2018. “Tapi tenanglah, semua akan terselesaikan.”

    Baca: Trump Layak Dapat Nobel Perdamaian, Kata Politikus Amerika

    Pemerintah AS dan Cina terlibat perang dagang dengan saling menaikkan tarif impor terhadap masing-masing. Trump memulai dengan menaikkan tarif impor baja dan aluminium dari Cina sebanyak masing-masing 25 dan 10 persen.

    Cina membalas dengan menaikkan tarif impor pertanian dari AS dengan kisaran tarif serupa. Perang tarif ini berlanjut hingga menyentuh produk-produk teknologi canggih seperti elektronik dari Cina dan komponen pesawat dari AS.

    Perang tarif ini mengenai nilai impor sekitar US$100 miliar atau sekitar Rp1400 triliun.

    Soal pernyataan Trump ini, media China Daily, yang dikontrol pemerintah, mengatakan,”AS harus menyadari sikapnya perlu lebih kooperatif dan konstruktif dalam pembicaraan dagang dengan Cina.”

    Media resmi ini juga menyatakan,”Perlu diingat hasil pembicaraan harus saling menguntungkan dan Cina tidak akan menerima kepentingannya dirusak.” Media ini mengigatkan Washington bahwa AS harus menanggalkan mentalitas unilateral-nya. Namun, media ini tidak menyebut soal sanksi yang dikenakan Trump kepada ZTE.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.