Proyek Ambisius Lido City Jakarta Libatkan Donald Trump-Cina-MNC

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump dan Hary Tanoesoedibjo, ilustrasi untuk infografik.

    Donald Trump dan Hary Tanoesoedibjo, ilustrasi untuk infografik.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak perusahaan dari perusahaan konstruksi milik negara Cina Metallurgical Corporation of China (MCC) menandatangani perjanjian dengan MNC Land di Indonesia untuk membangun sebuah taman hiburan di luar Jakarta sebagai bagian dari proyek ambisius Lido City yang juga melibatkan Presiden Donald Trump, ujar pihak perusahaan MCC pada Kamis. 


    Taman ini diperkirakan didukung pendanaan hingga US$ 500 juta atau 6,9 miliar rupiah dalam pinjaman pemerintah Cina, dan merupakan bagian dari "resor gaya hidup terpadu", yang dikenal sebagai MNC Lido City, seperti dikutip South China Morning Post.

    Proyek ini mencakup hotel-hotel bermerek Trump, tempat tinggal dan lapangan golf, serta perkembangan hotel, belanja dan perumahan lainnya. Ini juga merupakan proyek pertama yang menghubungkan kepentingan bisnis presiden AS dengan prakarsa infrastruktur utama China, yang bertujuan menghubungkan ekonomi terbesar kedua di dunia dengan Afrika, Asia, dan Eropa melalui jaringan pelabuhan, kereta api, jalan, dan kawasan industri yang megah.

    Baca: Asal-usul Kerja Sama Bisnis MNC Group - Trump Hotel

    Sementara perusahaan-perusahaan Cina tidak akan terlibat langsung dalam pembangunan atau pembiayaan properti Trump, taman bermain merupakan bagian penting dari pengembangan seluas 3.000 hektar, yang oleh MNC digambarkan sebagai “proyek hiburan & gaya hidup paling bergengsi di Indonesia”.

    Presiden Donald Trump bersama dengan Presiden Cina Xi Jinping, saat upacara penyambutan di Beijing, Cina, 9 November 2017. REUTERS/Thomas Peter

    Lebih jauh lagi, perusahaan-perusahaan Cina diharapkan untuk menyiapkan US $ 500 juta atau 6,9 triliun rupiah atau setengah dari anggaran yang diproyeksikan dalam pembangunan. Namun belum jelas sejauh mana Organisasi Trump terlibat dalam keputusan untuk memasukkan perusahaan milik negara Cina (BUMN) dalam proyek ini.

    Trump Organization dan MNC menandatangani kesepakatan pada 2015 untuk Lido dan proyek Bali, menghasilkan hampir US $ 3,7 juta atau 51 miliar rupiah untuk pembayaran lisensi dan konsultasi untuk Trump Organization, menurut laporan tahunan MNC terbaru. Perusahaan Trump juga akan mendapat biaya manajemen untuk mengoperasikan proyek dan memenuhi syarat untuk insentif tambahan.

    Pada Juni 2016, MNC Land, anak perusahaan dari konglomerasi media MNC Group terbesar di Indonesia, menandatangani surat kesepakatan awal dengan MCC. MNC juga menerima "surat minat" dari Sinosure, BUMN Cina yang akan mendukung proyek investasi luar negeri.

    Baca: Ekspansi Bisnis Donald Trump di Indonesia 

    Kepala miliarder MNC, Hary Tanoesoedibjo, mengatakan kepada media setempat bahwa perusahaan akan menjamin US$ 500 juta dalam pembiayaan dari bank-bank China. Perwakilan MNC kemudian melakukan beberapa perjalanan ke China untuk menegosiasikan pembiayaan taman bermain dengan Sinosure dan Bank Sentral China, menurut dokumen yang didapat oleh AFP.

    Pada awal 2017, Beijing menyetujui hampir 40 aplikasi merek dagang yang telah lama diinginkan Trump untuk melindungi kepentingan bisnisnya di negara tersebut. Trump Tower menjadi markas besar bank ICBC China.

    Namun pihak MNC menolak menanggapi pertanyaan AFP tentang proyek dan MCC tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Baik Gedung Putih maupun Organisasi Trump tidak menanggapi pertanyaan email dari AFP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.