Eks Direktur FBI James Comey Tulis Buku, Sebut Trump dan Pelacur?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur FBI, James Comey. REUTERS/Joshua Roberts

    Direktur FBI, James Comey. REUTERS/Joshua Roberts

    TEMPO.COWashington – Bekas Direktur Biro Penyelidik Federal (FBI), James Comey, bakal melansir buku memoir, yang didalamnya mencantumkan cerita interaksinya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Salah satunya mengenai bantahan Trump bahwa dia berperilaku seksual yang vulgar seperti digambarkan dalam dokumen analisis intelijen beberapa waktu lalu.

    Baca: Dipecat Donald Trump, Direktur FBI Mengira Hanya Gurauan

     

    “Trump menanyakan soal ini setidaknya empat kali selama pertemuan (dengan Comey),” begitu dilansir Reuters mengutip Washignton Post, yang telah mendapatkan akses ke buku berjudul “A Higher Loyalty: Truth, Lies and Leadership”.

    Donald Trump memberikan salam perpisahan kepada mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih Hope Hicks di luar Oval Office di Gedung Putih, Washington D.C., AS, 29 Maret 2018. Hope Hicks dipandang media AS sebagai “senjata rahasia” Trump ketika memutuskan maju sebagai calon presiden AS pada pemilu 2016 lalu. REUTERS/Carlos Barria

    Dokumen yang dimaksud adalah informasi dan analisis intelijen yang disusun bekas perwira intelijen Inggris, Christopher Steele mengenai hubungan Trump dengan Rusia. Dalam konteks ini, Steel menulis mengenai adanya keterlibatan pelacur.

    Baca: Mantan Direktur FBI Sebut Donald Trump Berbohong

     

    Trump memberhentikan Comey pada Mei 2017 menyusul perbedaan pandangan keduanya mengenai investigasi Hillary Clinton, bekas menteri Luar Negeri, terkait penggunaan akun surat elektronik pribadi.

    Baik Gedung Putih, penerbit buku Comey dan FBI belum merespon permintaan konfirmasi soal ini oleh jurnalis Reuters.

    Ini bukan buku pertama yang isinya membahas mengenai Trump. Buku sebelumnya, yang mendapat perhatian publik, adalah “Fire and Fury: Inside The Trump White House.”

    Trump mengecam buku tulisan Wolf, yang terbit pada 5 Januari 2018, ini karena menilai berisi informasi tidak akurat bahkan karangan si penulis. Dia mengaku tidak pernah memberikan wawancara apapun kepada Wolf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?