Qatar Kirim Bantuan ke Yaman Rp 275 Miliar

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak membawa jerigen air untuk menampung air saat berada di kamp pengungsian yang berada antara Marib dan Sanaa, Yaman, 29 Maret 2018. REUTERS/Ali Owidha

    Sejumlah anak-anak membawa jerigen air untuk menampung air saat berada di kamp pengungsian yang berada antara Marib dan Sanaa, Yaman, 29 Maret 2018. REUTERS/Ali Owidha

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Bantuan Qatar untuk Pembangunan (QFFD) berjanji akan menyediakan bantuan untuk Yaman melalui badan PBB senilai US$ 20 juta atau sekitar Rp 275 miliar. Informasi tersebut disampaikan Gulf Times, Kamis, 5 April 2018.

    Pada pertemuan di Jenewa pekan ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan, lembaga yang dia pimpin membutuhkan bantuan senilai US$ 3 miliar (Rp 41 triliun) untuk Yaman.

    Baca: Putus Hubungan dengan Qatar, Kepentingan Yaman Diwakili Sudan

    Sejumlah warga mengantri di kasir saat membeli bahan makanan yang dibeli oleh warga di sebua supermarket di Doha, Qatar, 5 Juni 2017. Sudah 7 memutus hubungan dengan negara kaya minyak itu, menyusul Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Libya dan Yaman. (Doha News via AP)

    "Bantuan yang disiapkan Qatar untuk Yaman dalam bentuk perlengkapan kesehatan, air, dan makanan," tulis Middle East Monitor.

    Sebelumnya, Inggris juga menyatakan siap memberikan bantuan untuk Yaman melalui lembaga PBB. Paket yang disiapkan Inggris senilai US$ 239 juta (Rp 3,3 triliun).Dua anak perempuan mengisi air menggunakan botol saat berada di kamp pengungsian yang berada antara Marib dan Sanaa, Yaman, 29 Maret 2018. REUTERS/Ali Owidha

    Pada pertemuan di Jenewa yang dihadiri oleh sejumlah negara donor, Guterres mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik bekerja sama dengan dengan utusan khusus PBB untuk Yaman menemukan jalan damai di sana.

    Baca: Mengejutkan, Arab Saudi Putuskan Hubungan dengan Qatar

    Yaman dihantam perang saudara pada 2014 ketika militan Houthi menguasai Ibu Kota Sanaa. Tetapi dunia internasional hanya mengakui Presiden Abd Rabbuh mansur Hadi yang mendapatkan dukungan dari Arab Saudi dan koalisi Arab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.