Rabu, 23 Mei 2018

Sean Penn dan John Legend Tuding Trump Musuh Negara dan Rasis?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Legend, Donald Trump, Sean Penn. sec.co.uk; Time Magazine; wikipedia.org

    John Legend, Donald Trump, Sean Penn. sec.co.uk; Time Magazine; wikipedia.org

    TEMPO.CO, Washington - Aktor kawakan Hollywood, Sean Penn, menyebut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai musuh kemanusiaan dan negara lewat tulisan opini yang diterbitkan oleh Time terkait ucapan Trump soal Haiti dan negara-negara Afrika sebagai negara lubang tinja (shit hole).

    Penn, yang merupakan pendiri sebuah lembaga bantuan untuk Haiti, mengecam ucapan Trump itu.

    Baca: Rasis, Negara-negara Afrika Tuntut Trump Minta Maaf

     

    Secara terpisah, penyanyi terkenal John Legend juga mengkritik keras ucapan Trump lewat akun Twitternya dengan menyebut Trump sebagai seorang yang rasis.

    Baca: Tanggapi Komentar Rasis Trump, Haiti Panggil Dubes AS

    “Kata-kata Presiden Donald Trump, yang menggambarkan bangsa hebat Afrika, Haiti dan El Salvador, jauh lebih buruk dari sekadar tidak sensitif atau terkesan nasionalis. Standar itu tidak cukup rendah,” kata Penn dalam tulisannya di Time dan dikutip RollingStone, Sabtu, 13 Januari 2018.

    "Solusi atas kondisi kita yang terpecah bukan berada di Gedung Putih." Menurut Penn, warga AS akan mendapatkan persatuan ketika menyadari bahwa Presiden terpilih, untuk pertama kalinya dalam sejarah, merupakan musuh kasih sayang. Penn menambahkan bangsa AS bisa bersatu dengan bangsa-bangsa lain seperti Afrika, El Salvador, Haiti, Meksiko, Timur Tengah dan lainnya jika,”Kita menyadari bahwa Presiden Trump adalah musuh bangsa Amerika.

    Pada akhir tulisannya, Penn mengatakan,”Dia (Trump) benar-benar musuh negara.”

    Sedangkan John Legend menulis di akun Twitternya @JohnLegend,”Presiden adalah seorang rasis. Dia seperti itu sepanjang karir publiknya. Jika ada memilih dia, Anda memilih dia karena dia rasis atau meskipun dia rasis. Kita membutuhkan koalisi anti-rasis multiras untuk mengalahkannya dan mencoba menyembuhkan bangsa kita.”

    Sedangkan artis berkulit putih Patricia Arquette mencuit,"Saya merasa takut sekali saudara-saudara kita di Haiti dan Afrika telah mendengar omongan ngawur dan bodoh Presiden AS."

    Menurut analis politik Julian Zelizer, yang menulis di CNN, Presiden Barack Obama memberi ‘peringatan keras’ soal pernyataan Trump saat dia menjadi bintang tamu talk show David Letterman versi Netflix.

    “Salah satu hal yang Michele ketahui, dengan cara yang lebih cepat dibandingkan saya, adalah bagian dari kemampuan Anda memimpin negara tidak terkait langsung dengan legislasi, regulasi. Tapi ini terkait dengan cara membentuk perilaku, budaya, meningkatkan kesadaran.”

    Menurut Zelizer,”Meskipun Obama terlihat enggan mengomentari Trump secara langsung, pesan yang disampaikannya jelas.”

    Seperti diberitakan, Presiden Trump membuat komentar bernada rasial dalam pembahasan undang-undang mengenai imigrasi. Dalam pembicaraan yang melibatkan sejumlah wakil rakyat dari Partai Demokrat dan Republik, Trump dikabarkan mengatakan dia lebih suka menerima imigran dari Norwegia ataupun Asia dari pada negara-negara lubang tinja seperti Afrika dan Haiti.

    Trump membantah berita yang menyebar ini. “Tidak pernah mengatakan hal yang merendahkan bangsa Haiti selain Haiti, memang jelas, merupakan negara yang sangat miskin dan bermasalah. Tidak pernah bilang “bawa mereka keluar”. Itu buatan Demokrat. Saya punya hubungan baik dengan orang-orang Haiti. Mungkin seharusnya merekam pertemuan di masa depan – sayang sekaling, tidak ada kepercayaan," kata Trump lewa akun Twitternya @realdonaldtrump.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.