Cari MH370, Malaysia Bayar Perusahaan AS Rp 940 Miliar

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai, dalam konferensi berita menanggapi puing-diduga MH370 yang baru ditemukan di Mozambik di Kuala Lumpur, Malaysia, 3 Maret 2016. Pesawat tipe Boeing 777 ini hilang bersama 239 penumpang dan awak. REUTERS/Olivia Harris

    Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai, dalam konferensi berita menanggapi puing-diduga MH370 yang baru ditemukan di Mozambik di Kuala Lumpur, Malaysia, 3 Maret 2016. Pesawat tipe Boeing 777 ini hilang bersama 239 penumpang dan awak. REUTERS/Olivia Harris

    TEMPO.CO, Jakarta -Malaysia menandatangani kesepakatan pada hari ini untuk membayar perusahaan Amerika Serikat, Ocean Infinity, hingga US$ 70 juta atau Rp 940 miliar untuk menemukan pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 yang hilang hampir empat tahun lalu.

    Seperti dilaporkan Channel NewsAsia, Rabu 10 Januar 2018, pembayaran akan dilakukan jika Ocean Infinity menemukan bangkai MH370 atau kotak hitamnya dalam waktu 90 hari.

    "Misi utama oleh Ocean Infinity adalah mengidentifikasi lokasi reruntuhan dan atau kedua perekam penerbangan- perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan (FDR). Serta menyajikan bukti yang cukup dan dapat dipercaya untuk mengkonfirmasi lokasi yang tepat dari keduanya,” kata Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai dalam konferensi pers.

    Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa Malaysia akan membayar Ocean Infinity hingga US$50 juta atau Rp 671,4 miliar jika reruntuhan pesawat atau kotak hitam tersebut ditemukan dalam waktu 90 hari di zona seluas 25.000 kilometer persegi yang diidentifikasi sebagai area prioritas oleh periset Australia.

    Baca juga:

    Pencarian MH370 Kembali Dibuka, Malaysia Sewa Perusahaan AS 

    Perusahaan ini akan dibayar hingga US $ 70 juta jika bangkai pesawat atau kotak hitam ditemukan di luar itu.

    Channel NewsAsia sebelumnya melaporkan bahwa Malaysia telah setuju untuk membayar perusahaan AS jika Ocean Infinity menemukan pesawat atau kotak hitam.

    Reuters melaporkan kapal tersebut akan memiliki 65 awak kapal, termasuk dua perwakilan pemerintah yang diambil dari angkatan laut Malaysia.

    Operasi pencarian akan dimulai pada 17 Januari, Reuters mengutip Direktur Utama Ocean Infinity, Oliver Plunkett.

    Pesawat Malaysia Airlines MH370 lenyap dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014, membawa 239 penumpang dan kru kabin.

    Pencarian MH370 yang dipimpin oleh Australia dihentikan setelah tidak ada jejak pesawat ditemukan di zona 120.000 kilometer persegi di Samudra Hindia bagian selatan tepat setahun lalu. Namun para ahli yakin bahwa koordinat baru ini dapat memberikan hasil.

    Baca juga:

    4 Spekulasi Jejak MH370 Tak Terpantau Radar TNI  

    Ocean Infinity telah mengerahkan sebuah kapal penelitian Norwegia yang diperkirakan akan melakukan pencarian di area 1.200 kilometer persegi per hari mulai pertengahan Januari. Ini berarti zona 25.000 kilometer persegi yang akan diteliti dalam waktu sebulan.

    Pencarian terakhir, yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mencakup 120.000 kilometer persegi telah merugikan pemerintah Malaysia sebesar US$ 116 juta atau Rp 1,5 triliun.

    "Kami berharap akan menemukan jawaban yang telah kami cari selama hampir empat tahun dan memberi jawaban atas tragedi ini," kata Mr Liow.

    Penyidik sejauh ini memastikan bahwa tiga potongan puing-puing ditemukan di garis pantai Samudera Hindia bagian barat berasal dari MH370.

    Potongan lainnya yang telah ditemukan di garis pantai Samudra Hindia bagian barat telah diidentifikasi sebagai kemungkinan, meski tidak pasti, dari MH370.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.