Israel Menculik 9 Remaja Palestina di Rumahnya

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fawzi al-Juniiri, seorang warga Palestina berusia 16 tahun yang ditahan, ditahan oleh sekelompok tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat, 7 Desember 2017. dailysabah.com

    Fawzi al-Juniiri, seorang warga Palestina berusia 16 tahun yang ditahan, ditahan oleh sekelompok tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat, 7 Desember 2017. dailysabah.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) melaporkan, serdadu Israel menculik sembilan remaja Palestina di rumah masing-masing pada Senin subuh, 8 Januari 2018, waktu setempat.Orang-orang Palestina memprotes keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, di luar Makam Rachel di Bethlehem setelah shalat Jumat.

    Kantor PPS di Bethlehem mengatakan, puluhan tentara Israel merangsek masuk ke Desa al-Askara, sebelah timur kota, untuk menggeledah rumah dan menculik Abdul-Rahman Khaled Asakra, 20 tahun, dan 'Atiya Daoud Asakra.

    "Selain itu tentara Israel juga menyerbu kamp pengungsi Aida, sebelah utara Bethelehem, serta menculik Tareq Srour dan Sami 'Oleyyan, bunyi keterangan kantor PPS seperti dikutip IMEM News.

    Baca: Parlemen Israel Loloskan RUU Yerusalem, Warga Palestina Diusir

    Kerabat berkabung saat pemakaman demonstran kursi roda Palestina, Ibrahim Abu Thuraya, yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel pada hari Jumat, di Kota Gaza, 16 Desember 2017. REUTERS

    Aksi berikutnya, militer Israel menyerbu Jalan Saff di Kota Bethlehem tengah dan menculik Luay Salim al-Hreimi, 20 tahun, dan Ramadan Janazra.

    Baca: Partai Likud Israel Dukung Aneksasi Tepi Barat Palestina

    Adapun remaja Palestina lain yang diculik pasukan Israel diidentifikasi bernama Amer Abu Sh'eera. Dia diambil paksa dari rumahnya di kamp pengungsi al-'Azza, utara Bethlehem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.