Ahed Tamimi Remaja Palestina Penampar Tentara Didakwa 12 Tuntutan

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahed Tamimi menggigit tentara Israel (Independent)

    Ahed Tamimi menggigit tentara Israel (Independent)

    TEMPO.CO, Jakarta -Ahed Tamimi Remaja Palestina Penampar Tentara Dituntut 12 DakwaanIsrael mendakwa Aher Tamimi, 16 tahun, remaja Palestina penampar tentara, dengan 12 tuduhan, salah satunya dengan tuduhan penyerangan, pada 1 Januari 2018.

    Menurut Aljazeera, 2 Januari 2018, pelaku penyerangan tentara Israel yang telah dewasa bisa terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun. Namun, Ahed yang masih remaja diperkirakan tidak akan dituntut dengan hukuman maksimal.

    Dakwaan terhadap Ahed, seperti dilansir Reuters, termasuk penyerangan terhadap tentara hingga menderita memar di alisnya. Ahed juga dianggap mengganggu tentara yang sedang melaksanakan tugas dan melempari si tentara dengan batu.

    Baca juga:

    Israel Mengadili Ahed Tamimi, Icon Perlawanan Palestina Awal 2018

    Lima dakwaan juga diajukan terhadap ibunya, Nariman serta sepupunya, Nour, 20 tahun. Tuduhan terhadap Nariman, ibu Ahed, termasuk menggunakan Facebook untuk memicu warga Palestina lainnya melakukan serangan, dan berpartisipasi dalam insiden di video.

    Ahed dan ibunya masih ditahan hingga 8 Januari atau pada sidang selanjutnya. Sedangkan Nour dibebaskan dengan jaminan 5.000 shekel atau setara Rp19,4 juta.

    Pengacara Tamimi, Gaby Lasky yakin beberapa dakwaan bakal dicabut. meski jaksa akan berupaya menjatuhkan hukuman maksimal buat dakwaan lain.

    "Saya yakin mereka ingin menahan dia (Abed) selama mungkin, karena mereka tidak menginginkan perlawanan di luar penjara," kata Lasky kepada Reuters di pengadilan militer, Penjara Ofer dekat Ramallah, Palestina.

    Pada tahap sidang kali ini, Ahed tidak dimintai pembelaan. Pengadilan militer memberi waktu bagi pengacara untuk mempelajari tuduhan.

    Aparat Israel menahan Ahed, setelah video yang memperlihatkan dia memukul dua tentara Israel di dekat rumahnya Desa Nabi Saleh, Tepi Barat beredar 15 Desember lalu. Menurut pihak militer, Ahed melempari tentara dengan batu.

    Insiden itu membuat Ahed kian terkenal dan dianggap pahlawan. Surat kabar sayap kiri Israel, Haaretz menyebut kasus itu bisa menjadikan Ahed sebagai Joan de Arc-nya Palestina. Joan de Arc adalah pahlawan perempuan Prancis.

    Insiden pemukulan tentara yang dituduhkan terhadap Ahed terjadi di dekat keluarga Tamimi di Desa Nabi Saleh, Tepi Barat. Wilayah ini menjadi saksi aksi protes melawan kebijakan pemukiman ilegal Israel selama bertahun-tahun. Ayah Ahed, Bassem adalah aktivis terkemuka Palestina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.