Partai Likud Israel Dukung Aneksasi Tepi Barat Palestina

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri pertemuan partai Likud di Knesset, Parlemen Israel, Jerusalem, Israel, Senin (13/2). REUTERS/Baz Ratner

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri pertemuan partai Likud di Knesset, Parlemen Israel, Jerusalem, Israel, Senin (13/2). REUTERS/Baz Ratner

    TEMPO.CO, Jakarta - Likud, partai berkuasa pemerintah Israel, menyetujui draf resolusi berisi desakan kepada para pemimpin negeri itu mencaplok secara resmi sebagian besar wilayah Palestina, Tepi Barat.

    "Sikap Partai Likud ini membuat rakyat Palestina marah," tulis Al Jazeera, Senin, 1 Januari 2018.

    Baca: Israel Hancurkan Bangunan Palestina di Tepi Barat  

    Knesset Pilih Presiden Baru Israel

    Anggota Komite Sentral Likud dalam pemungutan suara, Ahad, 31 Desember 2017, sepakat meminta kepada pemerintah Israel menetapkan daerah pendudukan di Tepi Barat menjadi wilayah kedaulatannya.

    Meskipun resolusi tersebut tidak mengikat pemerintahan koalisi Israel tetapi keputusan Partai Likud menjadi peluru bagi kekuatan politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.Seorang pendemo menggunakan sebuah katapel saat bentrokan dengan tentara Israel menyusul demonstrasi menentang keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, di kota Ramallah, Tepi Barat, 29 Desember 2017. AP Photo

    Pada pemungutan suara yang digelar oleh Komite Sentral kemarin, Al Jazeera melaporkan, Netanyahu tidak hadir.

    Baca: Israel Diam-diam Caplok Tepi Barat

    Beberapa anggota parlemen dari kelompok Arab mengatakan kepada Al Jazeera, bila resolusi tersebut diteruskan ke Knesset Israel untuk mendapatkan persetujuan, maka hal itu akan menjadi sinyal berakhirnya proses perdamaian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?