Israel Tuding Iran Bangun Industri Misil di Gaza, Palestina

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara buatan Israel yang mengadopsi sistem Patriot. Sistem ini termasuk pertahanan udara jarak menegah, dangan rentang jangkauan antara 4 km hingga 70 km. Israel berencana mengembangkan rudal Iron Dome hingga dapat mencapai jarak 250 km. Israel mengembangkan Iron Dome setelah mendapat gempuran 4.000 roket yang ditembakan dari Lebanon Selatan, pada 2006. REUTERS/Baz Ratner

    Iron Dome merupakan sistem pertahanan udara buatan Israel yang mengadopsi sistem Patriot. Sistem ini termasuk pertahanan udara jarak menegah, dangan rentang jangkauan antara 4 km hingga 70 km. Israel berencana mengembangkan rudal Iron Dome hingga dapat mencapai jarak 250 km. Israel mengembangkan Iron Dome setelah mendapat gempuran 4.000 roket yang ditembakan dari Lebanon Selatan, pada 2006. REUTERS/Baz Ratner

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menuding Iran membangun dan menyuplai misil, yang ditembakkan ke wilayahnya di Gaza, Palestina.

    Menurut laporan koran lokal, Haaretz, Sabtu, 30 Desember 2017, Lieberman mengklaim Iran mengirimkan misil ke kelompok teror Salafi di Gaza.

    Baca: Militer Israel Serang Tempat Pelatihan Hamas di Gaza

    Sebuah sistem pertahanan, Iron Dome, meluncurkan sebuah roket untuk mencegah roket lain di Jalur Gaza di Tel Aviv, Israel, 9 Juli, 2014. (AP Photo/Dan Balilty)

    Angkatan bersenjata Israel, Jumat, 20 Desember 2017, mengumumkan mereka telah mencegat dua roket yang ditembakkan dari Gaza. Sedangkan roket ketiga mendarat di wilayah Israel, tapi tidak menimbulkan korban.

    "Roket tersebut jatuh di wilayah Israel dekat perbatasan Gaza," tulis Haaretz, seperti dikutip Anadolu Agency.

    Sedangkan koran Israel lain, Yedioth Ahronoth, melaporkan sirene serangan udara berbunyi keras di sekitar perbatasan Sdot Negev dan Shaar Hanegev.

    "Sistem pertahanan udara Iron Dome berhasil mencegat dua misil yang ditembakkan dari Jalur Gaza," demikian koran tersebut melaporkan.

    Sejumlah pasukan Hamas Palestina berdiri di dekat roket buatannya saat upacara wisuda pasukan muda Hamas di Gaza, 5 Agustus 2015. AP/ Khalil Hamra

    "Roket ketiga menghantam sebuah bangunan Dewan Regional Shaar Hanegev di tenggara Israel."

    Baca: Dihantam Roket, Israel Balas Gempur Hamas di Gaza

    Tembakan misil tersebut dibalas dengan serangan jet udara Israel dan tembakan artileri ke Jalur Gaza. Ketegangan kian meningkat di tepi barat dan Jalur Gaza sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.