PBB: Pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem Batal Demi Hukum

Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat. AP Photo/ Louis Lanzano

TEMPO.CO, Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengambil keputusan bulat bahwa pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel batal demi hukum.

Keputusan itu diambil oleh lembaga dunia tersebut setelah menggelar rapat darurat sidang umum pada Kamis, 21 Desember 2017, waktu setempat dengan dukungan mayoritas 128 negara.

Baca: Kamis, PBB Gelar Sidang Istimewa Bahas Status Kota Yerusalem

Dubes As untuk PBB, Nikki Haley. REUTERS/Brendan McDermid

Rapat darurat tersebut digelar untuk menanggapi permintaan Mesir dan sejumlah negara lain terkait dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 6 Desember 2017 yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan akan segera memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv.

Al Jazeera dalam laporannya, Jumat, 22 Desember 2017, menyebutkan, pada pemungutan suara Sidang Umum PBB, 128 negara mendukung, 9 negara menolak draf resolusi PBB, dan 35 negara lain abstain.

Baca: Turki Kecam Trump Putus Bantuan ke Negara Penentangnya

Massa Ahlulbait Indonesia saat menggelar unjuk rasa Aksi Bela Palestina di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, 12 Desember 2017. Pada aksi tersebut mereka mengecam dan mengutuk keras kebijakan Pemerintah AS yang mengakui Al-Quds sebagai Ibukota negara zionis Israel. TEMPO/Dhemas Reviyanto

Trump sebelumnya mengancam memangkas bantuan terhadap negara-negara yang menentang keputusannya. Hal itu disampaikan Trump setelah melakukan rapat kabinet di Gedung Putih menjelang PBB menggelar sidang umum di New York, Amerika Serikat.






Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

2 hari lalu

Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

Sebanyak 211 kapal dengan 4,7 juta ton produk pertanian telah meninggalkan Ukraina di bawah kesepakatan yang di tengahi oleh PBB dan Turki.


PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

3 hari lalu

PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

Komisi PBB urusan Ukraina mengaku telah mengantongi sejumlah bukti adanya dugaan kejahatan perang di area-area yang sebelumnya diduduki tentara Rusia.


Inggris Disebut-sebut Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Palestina Shock

3 hari lalu

Inggris Disebut-sebut Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Palestina Shock

Palestina terkejut ketika PM Israel mengatakan Inggris akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem.


Invasi Rusia ke Ukraina, PM Jepang: Menginjak-injak Piagam PBB

6 hari lalu

Invasi Rusia ke Ukraina, PM Jepang: Menginjak-injak Piagam PBB

Kishida, yang berasal dari Hiroshima, kota pertama yang alami serangan bom nuklir, juga mengecam ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Rusia


Setelah Pemakaman Ratu Elizabeth II, Liz Truss akan Tampil Perdana di PBB

6 hari lalu

Setelah Pemakaman Ratu Elizabeth II, Liz Truss akan Tampil Perdana di PBB

Perang di Ukraina akan menjadi pesan utama Liz Truss ketika dia membuat pidato debutnya di Sidang umum PBB.


RI Dukung PBB Awasi Pasokan Pangan dari Ukraina dan Rusia

7 hari lalu

RI Dukung PBB Awasi Pasokan Pangan dari Ukraina dan Rusia

Indonesia mendukung implementasi kesepakatan Black Sea Initiative (BSI) mengenai ekspor pangan dari Rusia dan Ukraina.


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

8 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Top 3 Dunia: Ratu Elizabeth II Kemungkinan Dikebumikan dengan 2 Perhiasan

11 hari lalu

Top 3 Dunia: Ratu Elizabeth II Kemungkinan Dikebumikan dengan 2 Perhiasan

Top 3 dunia pada 15 September 2022 masih didominasi oleh berita seputar kematian Ratu Elizabeth II.


Sekjen PBB Telepon Putin Soal Perang Ukraina: Perdamaian Masih Jauh

12 hari lalu

Sekjen PBB Telepon Putin Soal Perang Ukraina: Perdamaian Masih Jauh

Putin dan Sekjen PBB melakukan panggilan telepon untuk membahas perang Rusia Ukraina.


Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

12 hari lalu

Dirjen WHO: Akhir Pandemi COVID-19 Sudah di Depan Mata

Ini penilaian paling optimistis sejak PBB menerapkan pandemi COVID-19 pada Maret 2020