Turki Kecam Trump Putus Bantuan ke Negara Penentangnya

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menerima cinderamata dari Deputi Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus (kiri) saat pertemuan bilateral pada KTT Luar Biasa Ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif  di JCC, Jakarta, 7 Maret 2016. ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Wisnu Widiantoro

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) menerima cinderamata dari Deputi Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus (kiri) saat pertemuan bilateral pada KTT Luar Biasa Ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di JCC, Jakarta, 7 Maret 2016. ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Wisnu Widiantoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag, mengecam ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memotong bantuan ke negara-negara yang bersuara menentang masalah Yerusalem dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Kamis, 21 Desember 2017.

    Kecaman Bozdag itu disampaikan melalui akun Twitter terkait dengan ancaman Trump yang akan memutus bantuan ke negara penentangnya masalah pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    Baca: Filipina Menolak Keputusan Donald Trump Soal Yerusalem

    Pendemo Muslim membawa gambar Presiden AS Donald Trump dengan tanduk dan taring dalam demo menentang keputusan Yerusalem sebagai ibukota Israel di Manila, Filipina, 21 Desember 2017. AP

    Dalam sebuah kesempatan usai rapat kabinet di Gedung Putih, Rabu, 20 Desember 2017, Trump mengatakan, "Sejumlah negara telah mengambil uang kami tetapi mereka menentang kami di Dewan Keamanan atau mereka bersuara melawan kami di Dewan. Mereka mengambil ratusan, jutaan hingga miliaran dolar kemudian mereka memilih melawan kami."

    "Pernyataan Presiden Trump yang mengancam negara-negara penentang Amerika Serikat di PBB mengenai Yerusalem tidak bisa diterima. Amerika Serikat harus tahu bahwa negara berdaulat tidak bisa ditekan dan diancam sesuai dengan keinginannya," kata Bozdag di Twitter, seperti diberitakan Middle East Monitor.

    Baca: Menlu Turki Cavusoglu Bilang Ini Soal Haley dan Voting Yerusalem

    Sidang Dewan Keamanan PBB. AP/Bebeto Matthews

    Dia menambahkan, tak satupun negara berdaulat dan merdeka bersedia menyerah pada ancaman serta tekanan Presiden Amerika Serikat.

    "Turki dan bangsa Turki tidak akan mengubah keputusannya menolak Yerusalem sebagai ibu kota Israel meskipun mendapatkan ancaman atau tekanan Amerika Serikat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.