Politikus Rusia Tanggapi Soal Mantan Penasehat Donald Trump

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump, berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, saat berjalan menuju sesi foto dalam acara KTT APEC di Danang, Vietnam, 11 November 2017. Menurut juru bicara Rusia, Trump dan Putin akan bertemu khusus di sela-sela KTT APEC. REUTERS/Jorge Silva

    Presiden Donald Trump, berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, saat berjalan menuju sesi foto dalam acara KTT APEC di Danang, Vietnam, 11 November 2017. Menurut juru bicara Rusia, Trump dan Putin akan bertemu khusus di sela-sela KTT APEC. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Moskow -- Dua tokoh politik Rusia menanggapi berita soal pengakuan bersalah mantan penasehat keamanan Presiden Donald Trump, Jenderal Michael Flynn.

    Senator Rusia, Franz Klintsevich, menggambarkan Flynn sebagai kambing hitam. "Mantan penasehat keamanan AS, Michael Flynn, adalah orang yang mereka tangkap. Target utama dari serangan ini tentu saja Donald Trump," begitu kata Klintsevich kepada kantor berita Ria Novosti seperti dikuti CNN, Sabtu, 2 Desember 2017 waktu setempat.

    Baca: 2 Alasan Trump Khawatir atas Pengakuan Eks Penasihatnya ke FBI

     

    Sedangkan senator Rusia lainnya, Alexey Pushkov, mengatakan kasus Flynn hanyalah pepesan kosong saja. "Di Amerika Serikat, mereka mencoba menggelembungkan sekantung asap," kata dia lewat cuitan di Twitter. Menurut Pushkov, dua orang mantan anggota tim kampanye Trump yang juga telah didakwa FBI juga tidak terkait soal upaya intervensi Rusia pada pemilihan Presiden AS 2016.

    Baca: Donald Trump Bilang Ini Soal Pengakuan Bersalah Flynn

     

    Bekas kepala kampanye Trump, Paul Manafort, telah mengaku bersalah dan terkeda dakwaan pada Oktober lalu terkait kegiatannya melobi untuk kepentingan negara Ukraina. Sedangkan George Papadopulos, yang merupakan mantan penasehat luar negeri Trump, mengaku bersalah pada Oktober karena membuat pernyataan keliru ke FBI. Dia berbohong soal interaksinya dengan pejabat asing yang dekat dengan pemerintah Rusia.

    Dakwaan terhadap Jenderal Michael Flynn pada Jumat kemarin membuat proses investigasi oleh penasehat khusus, Robert S. Mueller III, mulai memasuki lingkaran dalam Trump.

    Trump telah berulang kali membantah melakukan kolusi dengan Rusia terkait pilpres 2016. Presiden Rusia, Vladimir Putin, juga telah menolak bahwa negaranya mencoba mengintervensi pilpres AS untuk kemenangan Trump.

    Menurut pernyataan FBI, Flynn berkomunikasi dengan duta besar Rusia untuk AS, Sergey I. Kislyak, karena diminta seorang pejabat senior di tim transisi Trump. Flynn diminta mencari tahu soal sikap negara asing terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa soal Israel.

    Pejabat senior yang disebut-sebut memerintahkan Flyn ini adalah menantu Trump, Jared Kushner. Pengacara Kushner, yang sekarang menjadi penasehat senior Gedung Putih, enggan berkomentar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.