2 Alasan Trump Khawatir atas Pengakuan Eks Penasihatnya ke FBI

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivanka Trump (kanan) dan suaminya, Jared Kushner (kiri), terlihat bersama dalam konferensi pers Presiden di Gedung Putih, Washington, AS, 5 April 2017. Konferesi pers ini digelar saat kunjungan Raja Yordania, Abdullah II. REUTERS/Kevin Lamarque

    Ivanka Trump (kanan) dan suaminya, Jared Kushner (kiri), terlihat bersama dalam konferensi pers Presiden di Gedung Putih, Washington, AS, 5 April 2017. Konferesi pers ini digelar saat kunjungan Raja Yordania, Abdullah II. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat dihebohkan dengan pengakuan eks penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump, Michael Flynn ke Biro Investigasi Pusat atau FBI bahwa dia memang melakukan kontak dengan Duta Besar Rusia Sergey Kislyak saat kampanye pemilihan presiden Amerika tahun lalu.

    Flynn merupakan sosok utama dalam penyidikan yang dipimpin oleh Penasihat Khusus Robert Mueller itu.

    Baca: Eks Penasihat Trump, Flynn Didakwa Bohongi FBI Soal Rusia

    Banyak pihak menyatakan pengakuan Flynn tersebut akan berdampak pada Presiden Trump. Kebohongan yang dimasukan Mueller dalam dokumen pengadilan memiliki keterkaitan luas yang jauh melampaui Michael Flynn sendiri.

    "Kebohongan tersebut melibatkan banyak orang" kata Michael Zeldin, mantan Asisten Khusus untuk Robert Mueller di Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.

    Pada 24 Januari lalu, FBI menyatakan Flynn berbohong kepada penyidik tentang interaksinya dengan Duta Besar Kislyak. Pengakuan bersalah Flynn dan kesepakatan selanjutnya dengan tim Mueller bukanlah kabar baik bagi Presiden Trump dan pejabat tinggi lainnya di Gedung Putih. Ini jelas berarti Flynn bekerja sama dengan investigasi. Dan, tampaknya dia bisa memberikan beberapa informasi penting.

    Seorang sumber dari tim transisi Trump mengungkapkan, Jared Kushner, menantu Trump,  yang menunjuk langsung Flynn untuk mengadakan kontak dengan pemerintah asing termasuk Rusia mengenai resolusi Dewan Keamanan PBB tentang penyelesaian masalah Israel, seperti dikutip dari Time, 2 Desember 2017. 

    Baca: Michael Flynn Mundur sebagai Penasihat Keamanan Nasional AS

    Berikut alasan kenapa Trump harus khawatir atas dampak panjang dari pengakuan Flynn tersebut, seperti dikutip dari Law and Crime:

    1. Ini berhubungan langsung dengan Rusia.

    Tidak seperti mantan penasihat kampanye Trump,  Paul Manafort yang didakwa melakukan kejahatan yang tidak terkait dengan kampanye Trump, Flynn justru didakwa berbohong kepada FBI mengenai aktivitas yang terjadi saat dia menjadi bagian dari tim transisi Trump dan secara aktif terlibat dalam urusan sehari-hari Presiden.

    Terlebih lagi, Flynn berbohong kepada penyidik, menurut catatan pengadilan, pada tanggal 24 Januari 2017. Itu adalah empat hari setelah pelantikan, dan pada awal kepresidenan Trump. Flynn dikenal sangat dekat dengan Presiden, dan terlibat langsung dalam urusan sehari-hari.

    2. Tuntutan terhadap Flynn Relatif Ringan.

    Tuntutan yang diajukan jaksa federal terhadap Flynn relatif ringan dengan pernyataan bohongnya.

    Flynn telah melakukan kejahatan tindak pidana berat, hukumannya harus dijatuhkan paling lama 5 tahun penjara. Namun, kemungkinan di bawah pedoman hukuman saat ini, Flynn tidak akan menghadapi apapun yang dekat dengan itu. Dia mungkin tidak menghadapi hukuman penjara sama sekali.

    Dengan fakta tersebut, Flynn kemungkinan telah setuju untuk bekerja sama dengan FBI untuk membongkar rahasia lain yang melibatkan orang dekat Trump lainnya terkait hubungan dengan Rusia. Artinya akan banyak orang-orang dekat Trump yang bakal diseret dalam kasus ini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.