Rusia: Korea Utara Luncurkan Rudal Jangkau Amerika Minggu Depan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menyaksikan peluncuran rudal balistik Hwasong 12. Kantor Berita Korea Utara, KCNA, merilis foto ini, pada 16 September 2017. KCNA via REUTERS

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menyaksikan peluncuran rudal balistik Hwasong 12. Kantor Berita Korea Utara, KCNA, merilis foto ini, pada 16 September 2017. KCNA via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Korea Utara mempersiapkan peluncuran rudal jarak jauh yang diyakini dapat mencapai pantai barat Amerika Serikat. Sebelumnya, Korea Utara meluncurkan rudal jarak menengahnya  sebagai rangkaian uji coba. 

    "Mereka (Korea Utara) sedang mempersiapkan tes baru untuk rudal jarak jauh. Mereka bahkan memberi kami perhitungan matematis yang mereka yakini membuktikan bahwa rudal mereka dapat mencapai pantai barat Amerika Serikat," kata Anton Morozov, anggota Komite urusan internasional parlemen Rusia atau Duma  pada Jumat, 6 Oktober setelah kembali dari kunjungan ke Pyongyang.

    Baca: Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik Antarbenua ICBM

    Komite urusan internasional Duma Rusia, Anton Morozov dan 2 anggota parlemen Rusia lainnya berkunjung ke Pyongyang dari 2 hingga 6 Oktober lalu. 

    "Apa yang kita pahami, mereka berencana meluncurkan rudal jarak jauh lain dalam waktu dekat dan secara umum, mereka cukup agresif," tambah Morozov, seperti yang dilansir Reuters pada 7 Oktober 2017.

    Pernyataan Morozov diberikan setelah sumber di Washington mengatakan ada indikasi Korea Utara dapat mempersiapkan sebuah uji coba rudal minggu depan atau sekitar 10 Oktober, bertepatan dengan ulang tahun berdirinya Partai Buruh Korea yang berkuasa.

    Amerika Serikat dan Korea Utara telah berselisih paham mengenai senjata dan program nuklir Pyongyang serta postur militer Washington terhadap Korea Utara.

    Baca: Dalam 2 Tahun,Rudal Antarbenua Korea Utara Bisa Hantam San Diego

    Pyongyang mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan program nuklirnya kecuali Washington mengakhiri kebijakan permusuhannya terhadap negara tersebut serta memulangkan pasukannya dari Korea Selatan. Ribuan tentara Amerika ditempatkan di Korea Selatan dan Jepang.

    Ketegangan baru-baru ini meningkat secara signifikan antara kedua negara. Baik Amerika dan Korea Utara saling melempar ancaman aksi militer satu sama lain, dan ada potensi konflik bersenjata yang nyata dapat meletus.

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah mengambil sikap keras, mengancam untuk menghancurkan secara total Korea Utara jika diperlukan. Ia juga menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebagai Rocket Man. Kim menanggapi dengan ancaman, dan menyebut Trump sebagai orangtua sakit jiwa.

    REUTERS|PRESS TV|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?