Wartawan Dilarang Bawa Pena Saat Liput Presiden Xi di Hong Kong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina, Xi Jinping memeriksa barisan saat menandai ulang tahun ke-20 serah terima kota Hong Kong dari pemerintah Inggris ke Cina, di Hong Kong, 30 Juni 2017. REUTERS/Damir Sagolj

    Presiden Cina, Xi Jinping memeriksa barisan saat menandai ulang tahun ke-20 serah terima kota Hong Kong dari pemerintah Inggris ke Cina, di Hong Kong, 30 Juni 2017. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Hong Kong - Wartawan yang meliput kunjungan Presiden Cina Xi Jinping saat parade militer di Hong Kong dilarang membawa alat rias atau makeup, buah-buahan, dan pena.

    Benda-benda itu termasuk 14 kategori barang berbahaya yang dilarang dibawa saat meliput Xi pada parade militer yang berlangsung Jumat, 30 Juni 2017.

    Xi mengunjungi bandara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di Hong Kong dalam acara peringatan 20 tahun penyerahan kota pelabuhan itu ke Cina oleh Inggris.

    Baca: Pertama Kali ke Hong Kong, Presiden Xi Sapa Militer: Halo Kamerad

    Menjelang upacara itu, wartawan menerima instruksi tertulis terkait dengan langkah keamanan yang harus dipatuhi.

    Ada yang tidak mengherankan seperti senjata, korek api, serta pisau. Namun ada benda dalam daftar lain yang tidak masuk akal turut dilarang.

    Sianida, opium, morfin, serta heroin dilarang, juga hewan, tumbuhan, makanan, minuman, dan buah-buahan, bahkan alat kosmetik serta deodoran karena berisi cairan.

    Lebih sulit untuk wartawan, pena turut dilarang.

    Seperti dilansir Reuters pada 30 Juni, payung juga dilarang karena menjadi simbol gerakan demokrasi Hong Kong pada 2014 atau yang dikenal dengan 'Revolusi Payung.'

    Dalam parade militer yang berlangsung pada Jumat lalu, Presiden Xi tidak mengenakan jas formal seperti biasanya. Xi mengenakan pakaian tradisional Mao Zadong, pemimpin revolusi Cina.

    Xi melakukan inspeksi pasukan di lapangan udara Tentara Pembebasan Rakyat Cina di utara Hong Kong dengan mengendarai jip terbuka. Ini merupakan parade militer terbesar sejak serah terima pada 1997.

    Saat jip perlahan-lahan melaju melewati barisan personel militer dari angkatan udara, laut, dan darat, Xi berteriak "Halo Kamerad!" dan pasukan menanggapi "Halo Pemimpin!"

    Kunjungan tiga hari Xi adalah yang pertama sejak menjadi presiden pada 2013, dan hadir tiga tahun setelah demonstrasi pro-demokrasi besar yang melumpuhkan Hong Kong.

    REUTERS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.