Latihan Perang Besar-besaran, Cina Tutup Laut Kuning  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situs militer terkenal IHS Janes, edisi 16 Januari 2016, menulis bahwa Cina mengumumkan kapal induknya Liaoning siap operasi tempur. Kapten Senior Li Dongyou, seperti dikutip oleh surat kabar Global Times, menyebutkan bahwa sebagai kekuatan militer, kami selalu siap dan kapasitas kami juga perlu diuji dalam perang. janes.com

    Situs militer terkenal IHS Janes, edisi 16 Januari 2016, menulis bahwa Cina mengumumkan kapal induknya Liaoning siap operasi tempur. Kapten Senior Li Dongyou, seperti dikutip oleh surat kabar Global Times, menyebutkan bahwa sebagai kekuatan militer, kami selalu siap dan kapasitas kami juga perlu diuji dalam perang. janes.com

    TEMPO.CO, Jakarta — Pemerintah Cina mengumumkan menutup wilayah Laut Kuning dan melarang kapal-kapal sipil melintas. Laut yang dekat dengan pantai Korea Utara itu akan digunakan untuk latihan perang besar-besaran selama tiga hari, pada Sabtu, 5 Agustus 2017.

    Manuver Angkatan Laut Cina berskala besar di Laut Kuning ini merupakan yang kedua setelah latihan perang di wilayah yang sama pada akhir Juli lalu.

    Dalam pengumuman tersebut, Cina mengatakan bahwa latihan perang Angkatan Laut akan berlangsung mulai hari ini, pukul 06.00, hingga Selasa, pukul 18.00. Latihan akan melibatkan ”operasi militer berskala besar”.

    Baca: Rusia dan Cina Gelar Latihan Perang Uji Pertahanan Rudal Mei Ini

    Namun, Cina tak merinci jumlah kekuatan yang dikerahkan dalam latihan militer kali ini. Tahun lalu, Beijing mengerahkan 18 kapal militernya. Sedangkan saat ini, Cina mengoperasikan satu kapal induk buatan Soviet. Negara itu juga sedang membangun kapal induk sendiri di galangan kapal lokal.

    Menurut analis, pilihan waktu dan lokasi untuk latihan perang Cina saat ini lebih berkaitan dengan penegasan ulang kekuatan regional Beijing daripada kebutuhan mendesak untuk menguji perangkat keras baru.

    ”Ini adalah bagian yang sangat normal dari diplomasi—ada pembicaraan dan negosiasi—, namun selalu ada latar belakang semacam pemukulan genderang,” kata Collin Koh dari Nanyang Technological University, Singapura, kepada South China Morning Post (SCMP).
     
    Menurut dia, manuver besar-besaran Cina di dekat pantai Korut ini merupakan pesan untuk Amerika Serikat bahwa Korut di bawah perlindungannya.

    Ketegangan di semenanjung Korea terus memanas setelah Korut meluncurkan rudal balistik pada 28 Juli yang oleh rezim Kim Jong-un diklaim sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM). Pyongyang juga sesumbar bahwa rudal mereka kini mampu mencapai seluruh daratan Amerika.

    Retorika perang juga terus dilontarkan Rodong Sinmun, media Partai Buruh—partai berkuasa di Korut—dengan klaim bahwa Pyongyang memiliki banyak “paket hadiah tak terduga” untuk Washington. Paket hadiah yang dimaksud diduga rudal-rudal yang siap diluncurkan.

    Latihan perang Angkatan Laut Cina berlangsung saat Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi, dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu di Manila dalam sebuah forum menteri luar negeri ASEAN.

    SOUTH MORNING CHINA POST | MINA NEWS | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.