Cina Klaim Uighur Muslim Paling Berbahagia di Dunia, Anda Setuju?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah muslim Uighurs berasal dari wilayah barat jauh dari Cina wilayah Xinjiang, saat mereka beristirahat di dalam penampungan sementara setelah mereka ditahan di kantor pusat regional imigrasi Thailand di dekat perbatasan Malaysia-di Hat Yai, Songkla (14/3). REUTERS/Athit Perawongmetha

    Sejumlah muslim Uighurs berasal dari wilayah barat jauh dari Cina wilayah Xinjiang, saat mereka beristirahat di dalam penampungan sementara setelah mereka ditahan di kantor pusat regional imigrasi Thailand di dekat perbatasan Malaysia-di Hat Yai, Songkla (14/3). REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Beijing- Pemerintah Cina menyebutkan etnis Uighur yang tinggal di wilayah Xinjiang merupakan umat muslim paling bahagia di dunia. Direktur publikasi asing provinsi Xinjiang, Ailiti Saliyev, beralasan warga Uighur hidup  dalam kondisi yang stabil, harmonis, sejahtera, terbuka dan modern.

    "Banyak orang mengatakan dari lubuk hati mereka adalah muslim paling bahagia di dunia tinggal di Xinjiang," kata Saliyev seperti dikutip dari The Star, 25 Agustus 2017.

    Baca: Cina Larang Etnis Uighur Berjenggot dan Berjilbab

    Saliyev kemudian menjelaskan, informasi yang selama ini beredar di dunia terkait penindasan terhadap muslim Uighur di Xianjiang adalah kesan yang diciptakan di media Barat untuk menyudutkan Beijing.

    "Kaum radikal telah berkoordinasi dengan pasukan Barat yang bermusuhan untuk menyebarkan rumor,  mengecam dan menodai Xinjiang di media luar negeri," ujarnya.

    Laporan terbaru pemerintah Cina memang berbanding terbalik dengan apa yang selama ini disampaikan oleh media dan lembaga hak asasi manusia bahwa ratusan etnis Uighur terbunuh di Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir karena kekerasan antara etnis Uighur, kelompok Muslim yang berbicara bahasa Turki, dan etnis mayoritas Han Cina.

    Baca: Cina Bersiap Ambil Sampel DNA Etnis Uighur Muslim 

    Kelompok hak asasi manusia dan orang-orang buangan Uighur mengatakan, kerusuhan tersebut merupakan produk frustrasi Uighur terhadap pengawasan Cina terhadap budaya dan agama mereka. Namun Beijing selalu membantah adanya tekanan.

    Muslim di Xianjiang juga menuduh pemerintah berusaha untuk memusnahkan bahasa dan budaya Uighur dengan proyek pembangunan dan promosi pendidikan bilingual dan berusaha melarang agama demi menjamin keselamatan orang.

    Namun Cina membuat perbedaan aturan bagi jurnalis untuk meliput muslim Uighur dengan warga Tibet. Masuk ke Tibet  memerlukan izin khusus, namun akses jurnalis terbuka untuk masuk  ke  Xianjing.

    THE STAR|REUTERS|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.