Cina Bersiap Ambil Sampel DNA Etnis Uighur Muslim  

Kamis, 18 Mei 2017 | 21:24 WIB
Cina Bersiap Ambil Sampel DNA Etnis Uighur Muslim  
Puluhan tentara Cina membentuk formasi saat berjaga-jaga di depan masjid Id Kah di Kashgar, Cina (31/7). Puluhan komunitas Uighur dan Han diserang oleh sekolompok orang yang tidak dikenal yang menewaskan puluhanan orang dan luka-luka. Getty Images

TEMPO.CO, XinjiangCina akan mengumpulkan sampel DNA setiap etnis Uighur muslim di Provinsi Xinjiang. Untuk itu, Cina mengeluarkan dana sedikitnya US$ 8,7 juta atau sekitar Rp 116,7 miliar untuk membeli peralatan analisis sampel DNA.

Polisi di Xinjiang membenarkan tentang rencana pengumpulan sampel DNA sekitar 23 juta warga etnis Uighur muslim di Xinjiang.

Menurut organisasi internasional pemantau hak asasi, Human Rights Watch, Cina sepertinya mengeluarkan biaya pembelian tambahan sekitar US$ 3 juta untuk tes DNA bagi penduduk muslim Xinjiang.

Rencana kumpulkan sampel DNA warga muslim Xinjiang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Tak hanya mengumpulkan sampel DNA, tapi juga sidik jari dan rekaman suara untuk pengajuan paspor berkunjung ke luar negeri.

Menurut analisis genom di Universitas Leuven, Belgia, Yves Moreau, peralatan uji DNA yang akan dibeli itu mampu menyimpan 10 ribu sampel DNA sehari dan beberapa juta dalam setahun.

Human Rights Watch mengecam rencana Cina mengambil sampel DNA etnis Uighur muslim di Xinjiang.

”Xinjiang merupakan kawasan yang tertindas dengan berbagai level pemantauan. Mengumpulkan informasi dalam skala masif yang tidak ada hubungannya dengan investigasi kriminal membuka pintu untuk melakukan pemantauan dan pengawasan yang lebih besar,” kata Human Rights Watch dalam pernyataannya, seperti dikutip dari alaraby.co.uk, 18 Mei 2017.

Sebelumnya, Cina melarang sedikitnya 12 nama diberikan kepada bayi Uighur muslim di Xinjiang sebagai bagian dari pemberangusan ekstremis.

Anak-anak dengan nama Islam, Quran, Jihad, Haji, Mekah, dan Medina akan dilarang mendapatkan layanan sosial, kesehatan, dan pendidikan.

Mengenai tujuan pengumpulan sampel DNA warga Uighur muslim Xinjiang, Cina, tidak menjelaskannya dengan rinci.

ALARABY.CO.UK | AP | MARIA RITA




Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan