Teror di Barcelona, Kemenlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang berusaha menolong seorang wanita yang cidera akibat ditabrak oleh mobil van dijalanan Las Ramblas, Barcelona, Spanyo, 17 Agustus 2017. Serangan mobil itu, menurut polisi menewaskan 13 orang dan 50 lainnya luka-luka. Courtesy of Carlos Tena Gallardo/via REUTERS ATTENTION

    Sejumlah orang berusaha menolong seorang wanita yang cidera akibat ditabrak oleh mobil van dijalanan Las Ramblas, Barcelona, Spanyo, 17 Agustus 2017. Serangan mobil itu, menurut polisi menewaskan 13 orang dan 50 lainnya luka-luka. Courtesy of Carlos Tena Gallardo/via REUTERS ATTENTION

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Luar Negeri RI memastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan teror di Barcelona, Spanyol, pada Kamis sore, 17 Agustus 2017. Walau demikian, warga Indonesia di Spanyol sudah diminta waspada dan banyak mempelajari situasi yang berkembang di sana.

    Dalam siaran pers resmi Kementerian Luar Negeri RI, Jumat, 18 Agustus 2017, disebutkan sampai saat ini tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut.

    Berdasarkan data yang dimiliki kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid, ada 120 orang WNI tinggal di Barcelona. Sedangkan di seluruh Spanyol sebanyak 1.620 orang. WNI yang membutuhkan bantuan dipersilakan menghubungi hotline KBRI Madrid di +34 619 31 23 80.

    Baca: ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Teror Barcelona

    KBRI di Madrid dalam akun Facebook resminya meminta WNI di Spanyol tetap waspada serta mempelajari kondisi lokasi yang akan dituju dan menghindari tempat keramaian. WNI juga diminta selalu mempersiapkan diri dan membawa dokumen ID card lengkap jika bepergian ke luar rumah.

    Selain itu, WNI diminta segera melakukan konsultasi dan pemberitahuan kepada teman sejawat, keluarga, atau memberitahukan kepada KBRI sekiranya membutuhkan informasi tentang situasi tempat tertentu.

    Teror di Barcelona terjadi Las Ramblas. Sebanyak 13 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.