Jurnalis Australia Terkena Peluru Nyasar di Marawi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pengangkut pasukan (armoured personnel carrier/APC) Filipina melintas di jalan Amai Pakpak, Marawi City, 14 Juni 2017. Tentara Filipina terus menggempur kelompok Maute. REUTERS/Romeo Ranoco

    Kendaraan pengangkut pasukan (armoured personnel carrier/APC) Filipina melintas di jalan Amai Pakpak, Marawi City, 14 Juni 2017. Tentara Filipina terus menggempur kelompok Maute. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Manila – Jurnalis laman Australia ABC, Adam Harvey, mengatakan bahwa dia baik-baik saja setelah tertembak saat meliput berita di Marawi, Filipina.

    Harvey, yang meliput pertempuran antara militer Filipina dan milisi Maute di Marawi, mendapat perawatan medis setelah terkena peluru di lehernya.

    "Terima kasih semuanya, saya baik-baik saja. Peluru masih ada di leher saya," kicau Harvey di Twitter, seperti yang dilansir ABC, Kamis 15 Juni 2017.

    Baca: Kelompok Teroris Maute Tewaskan 13 Marinir Filipina di Marawi

    Jurnalis ABC yang berbasis di Jakarta mengatakan bahwa staf medis menempatkan penjepit leher sebagai tindakan pencegahan. Dan meskipun terkena peluru, Harvey masih sempat bercanda dalam unggahan di media sosial.

    "Rasanya seperti dihantam dengan bola kriket," katanya.

    Harvey sedang bersama dengan kru media lainnya di sebuah kompleks saat dia terkena hujaman peluru.

    Baca: AS Akhirnya Turun Tangan Bantu Filipina Perangi Maute di Marawi

    Sebelumnya, Direktur ABC News Gaven Morris mengatakan bahwa salah satu koresponden yang berbasis di Indonesia, Adam Harvey telah terluka saat bertugas di Marawi dan saat ini menerima perawatan medis.

    "Cederanya tidak mengancam nyawa," kata Morris.

    Kota Marawi dilanda perang sejak 23 Mei setelah ratusan militan Maute yang telah bersumpah setia kapada ISIS menyerbunya. Diantara milisi tersebut terdapat warga negara asing, termasuk puluhan dari negara-negara tetangga dan Timur Tengah.

    ABC ONLINE | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.