Gadis Ini Menyesal Menang Lotere Rp 1,6 M, Ini Penyebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jane Park, peraih hadiah lotre EuroMillions. Dailymail.co.uk/Jeff Holmes

    Jane Park, peraih hadiah lotre EuroMillions. Dailymail.co.uk/Jeff Holmes

    TEMPO.CO, London - Pemenang Euromillions termuda asal Inggris berencana untuk menuntut perusahaan lotere itu karena telah menghancurkan hidupnya. Jane Park, yang berusia 17 tahun saat menang  lotere sebesar 1 juta pound sterling (Rp 1,6 miliar), mengatakan dia terkadang berpikir andai tidak pernah membeli tiket kemenangan itu.

    Gadis yang kini berusia 21 tahun, mengaku terbebani dan tertekan setelah menjadi jutawan. "Menang lotere telah menghancurkan hidupku," katanya, seperti yang dilansir Metro.uk pada 12 Februari 2017.

    Menurut Park, Camelot, nama perusahaan lotere itu,  seharusnya melarang orang berusia di bawah 18 tahun membeli lotere.  Di usia remaja dianggap belum siap mempergunakan uang itu dengan baik. 

    Park yang memenangkan Euromillions pada tahun 2013 telah menghabiskan uangnya pada implan payudara, membeli dua properti, membeli anjing chihuahua, serta mobil Range Rover.  Namun, ia kini berjuang untuk menemukan tujuan sebenarnya dalam hidup.

    "Saya pikir itu akan membuat hidup sepuluh kali lebih baik tapi itu justru membuatnya sepuluh kali lebih buruk. Saya berharap bahwa saya tidak punya uang hampir setiap hari. Hidupku akan jauh lebih mudah jika saya tidak menang," ujar Park.

    Lebih seru lagi, Park mengaku kekasihnya meninggalkan dirinya setelah mendapat lotere. Kini ia kesulitan mendapatkan kekasih yang benar-benar mencintainya tanpa melihat uangnya. Dia juga merindukan berlibur di tempat-tempat sederhana karena selama ini harus berlibur di resor-resor mewah untuk menyeimbangkan gaya hidupnya.

    Awal pekan ini, Park pun berurusan dengan penegak hukum gara-gara menyetir sambil mabuk di McDonald drive-thru. Persidangan dirinya akan digelar bulan depan. 

    Berbagai pelanggaran lainnya kerap Park lakukan setelah memenangkan uang itu, termasuk menghajar staf keamanan di klub malam saat dibawah pengaruh alkohol.

    Sebelum memenangkan lotere, Park bekerja sebagai pegawai admin di sebuah restoran cepat saji dengan gaji 8 pound sterling per jam. Ia tinggal dengan ibunya, Linda, di sebuah apartemen sederhana dua kamar. Hidupnya normal-normal saja saat itu.

    Camelot sebenarnya sempat mempekerjakan penasihat keuangan untuk membantu  Park mengelola uangnya. Tapi saat itu usianya masih 17 tahun, sehingga segala masukan penasehat keuangan dianggapnya tidak berguna.

    'Saya terjebak dengan penasihat keuangan yang menggunakan kata-kata seperti obligasi investasi. Aku tidak tahu apa yang mereka maksudkan, " ujar Park.

    Camelot belum memberikan komentar terkait keluhan Park ini. Namun sebuah laporan menyebutkan bahwa perusahaan itu telah menyiapkan tim penasihat keuangan dan hukum bagi Park dan memintanya berhubungan dengan pemenang lain seusianya tak lama setelah memenangkan lotere itu.

    Camelot juga mengaku terus  menghubungi Park untuk menanyakan keadaannya dan menyatakan siap kapan saja membantu gadis itu jika dibutuhkan.

    DAILY MAIL|MIRROR|METRO.UK|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.