Krisis Politik, Presiden Korea Selatan Pecat Perdana Menteri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, memberikan pidato di hadapan tamu undangan yang terdiri dari tamu negara, pihak militer dan para perwira muda.  Gyeryong, Korea Selatan, 12 Maret 2015. Chung Sung-Juni / Getty Images

    Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, memberikan pidato di hadapan tamu undangan yang terdiri dari tamu negara, pihak militer dan para perwira muda. Gyeryong, Korea Selatan, 12 Maret 2015. Chung Sung-Juni / Getty Images

    TEMPO.CO, Seoul - Kantor Kepresiden Korea Selatan pada Rabu, 2 November 2016 secara mengejutkan mengumumkan perombakan kabinet dengan menunjuk Perdana Menteri dan Menteri Keuangan yang baru.

    Perdana Menteri Hwang Kyo Ah dipecat di tengah gonjang-ganjing politik negeri gingseng tersebut. Presiden Park Geun Hye diduga terlibat dalam skandal seorang temannya Choi Soon-sil yang dituduh mencampuri urusan negara.

    Seperti yang dilansir CNN pada 2 November 2016, Gedung Biru mengumumkan Kim Byong-Joong, seorang sekretaris senior presiden pada masa kepemimpinan Roh Moo Hyun, ditunjuk menjadi perdana menteri yang baru, menggantikan Hwang Kyo Ah.

    Baca:
    Survei Terbaru Pilpres AS, Trump Ungguli Hillary Clinton
    Skandal Politik Korsel, Pria Ini Bawa Excavator ke Kejaksaan

    Lalu, Yim Jong Yong, ketua komisi jasa keuangan, diangkat sebagai Menteri Keuangan yang baru dan Deputi Perdana Menteri. Dia menggantikan menteri incumbent, Yoo Il Ho, yang kinerjanya oleh para pembuat kebijakan dan pelaku pasar saat ini dianggap baik.

    Untuk posisi Menteri Keselamatan dan Keamanan Publik Korsel yang baru diisi oleh Park Seung Joo, mantan menteri gender di era Presiden Roh Moo Hyun.

    "Gedung Biru menunjuk Kim sebagai orang yang tepat untuk memimpin kabinet ke depannya dan untuk mengatasi kesulitan saat ini," kata juru bicara kepresidenan, Jung Youn Kuk.

    Baik Yoo dan Hwang telah terlibat dalam skandal yang melibatkan Choi yang  merupakan sahabat presiden Park. Skandal tersebut mengancam posisi presiden Park setelah puluhan ribu rakyat Korea Selatan turun ke jalan untuk memaksanya mundur dari jabatannya.

    Demonstran dan oposisi pemerintah menganggap CHoi sebagai presiden bayangan. Dia telah mempengaruhi beberapa kebijakan presiden Park demi meraup jutaan dolar untuk kepentingan pribadinya.

    Kini kasusnya tengah diselidiki oleh Kejaksaan Agung. Baik Choi dan presiden Park telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait skandal tersebut.

    CNN|ABC ONLINE|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.