Ingin Hidup Damai, 11 Anggota Abu Sayyaf Serahkan Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina, Februari 2009. REUTERS

    Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina, Februari 2009. REUTERS

    TEMPO.CO, Manila- Sedikitnya 11 orang kelompok Abu Sayyaf menyerahkan diri pada hari Senin, 24 Oktober 2016  di kepulauan Basilan, Filipina. Seorang pemimpin muda Abu Sayyaf dan remaja berusia 12 tahun termasuk dalam kelompok yang menyerahkan diri tersebut.

    Moto Idama, 26 tahun, yang merupakan seorang kerabat dari Furuji Indama, pemimpin terkemuka Abu Sayyaf yang telah bersumpah setia kepada kelompok teroris ISIS, menurut The Phillipine Star,  menyerahkan diri bersama dengan 10 anak buahnya.

    Baca:
    Di Turki: 107 Jurnalis Dipenjara, 155 Media Ditutup
    Didakwa Perkosa 19 Anak, Qori Terkenal Iran Sebar Ancaman 
    Kisah Sandera Perompak Somalia yang 4 Tahun Makan Tikus

    Selain menyerahkan diri, 11 anggota Abu Sayyaf juga menyerahkan senjata otomatis yang selama ini digunakan untuk memerangi pemerintah Filipina.  Senjata yang diserahkan berjenis Minimi sub-machinegun, senapan serbu M653, senapan M16 dengan M203 peluncur, Shotgun 12, senapan M1 Garand, tiga pistol kaliber 0,45 serta revolver kaliber 38 dan amunisi.

    Menurut Wali kota Gulam, Boy hataman, kelompok Idama menyerahkan diri setelah mendapat peringatan dari pasukan pemerintah yang selama ini gencar melakukan serangan ke tempat-tempat yang diduga menjadi basis Abu Sayyaf.

    "Kami menyaksikan keberanian dari saudara-saudara kita untuk menyerah. Mereka telah memilih untuk menyerah dan menggunakan jalur damai, "kata Hataman.

    Menurut pengakuan Idama, penyerahan diri tersebut dilakukan karena mereka sudah lelah bertempur melawan pemerintah.  "Kami benar-benar ingin kembali ke kehidupan yang damai dan normal sejak lama, tapi selama ini ragu-ragu dan takut," kata Indama.

    Indama, adalah pemimpin dari kurang lebih 20 anggota Abu Sayyaf yang beroperasi di Tipo-Tipo, Basilan. Kelompoknya bertanggung jawab untuk beberapa ledakan yang dilakukan di berbagai wilayah di Basilan dan Tipo-Tipo.

    Kelompok Indama juga terlibat dalam pemboman di Isabela City, Basilan, pada 2010 serta konfrontasi dengan pasukan pemerintah di provinsi tersebut pada tahun 2009.

    THE PHILLIPPINE STAR|MANILA BULETIN|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.