Arab Saudi Ganti Kalender Hijriah Jadi Kalender Barat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Barack Obama berbincang dengan Raja Salman dalam kunjungannya di Erga Palace, Riyadh, Arab Saudi, 20 April 2016. Dalam lawatannya, Obama membawa misi soal pertahanan dan keamanan. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden AS Barack Obama berbincang dengan Raja Salman dalam kunjungannya di Erga Palace, Riyadh, Arab Saudi, 20 April 2016. Dalam lawatannya, Obama membawa misi soal pertahanan dan keamanan. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CORiyadh - Pemerintah Arab Saudi mengganti kalender Hijriah yang berdasarkan perputaran bulan menjadi kalender Gregorian atau perputaran matahari. Pemberlakuan kalender Gregorian atau kalender dunia Barat di Arab Saudi dimulai hari Minggu, 2 Oktober 2016. 

    Pergantian kalender ini dilakukan sebagai terobosan untuk menyesuaikan waktu dengan para pengimpor minyak dari Arab Saudi. Negara penghasil minyak ini sedang dilanda krisis keuangan yang parah sepanjang sejarah negara itu. Dengan demikian, Arab Saudi melakukan berbagai cara untuk melakukan penghematan sekaligus pemasukan.  

    Baca: Perempuan Irak 'Sadis' yang Paling Dicari dan Ditakuti ISIS  

    Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kalender Hijriah sejak 1932. Kalender Hijriah lebih pendek waktunya sebelas hari dibandingkan kalender Gregorian yang memiliki 365 hari dalam setahun. 

    Sebenarnya, dengan menggunakan kalender Hijriah, Arab Saudi dapat menghemat biaya, misalnya gaji pegawai negerinya. Karena itu, pergantian kalender ini dipertanyakan para netizen melalui media sosial.

    "Saudi mengganti kalender Hijriah ke kalender Gregorian yang menambah biaya sebelas hari membayar bagi pekerjanya setiap tahun. Pegawai negeri kehilangan sebelas hari dari gajinya setelah pergantian kalender," cuit Sultan Al Qassemi, pemilik akun Twitter, seperti dikutip dari Deutsch Welle.

    Baca: Presiden Duterte Mohon Maaf kepada Yahudi

    Pergantian kalender merupakan satu dari rangkaian kebijakan Arab Saudi untuk memangkas biaya demi penghematan. Beberapa hari lalu, Raja Salman memerintahkan pemotongan 20 persen gaji pegawai negeri dan 15 persen tunjangan bagi anggota Dewan Penasihat Shura Kerajaan. Juga, penundaan pemberian bonus kepada pegawai pemerintah. Arab Saudi pun menaikkan biaya visa masuk kepada warga asing. 

    Ini semua bagian dari reformasi ekonomi yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi setelah produsen minyak terbesar di dunia ini mengalami penurunan pendapatan sejak harga minyak terus melorot sejak 2014. 

    DEUTSCH WELLE | MARIA RITA

    Baca juga:
    Ingat Skandal Papa Minta Saham?  Nama Novanto Dipulihkan: Aneh Sekali!
    Terungkap, 2 Wanita Ini Diduga Simpan Rahasia Dimas Kanjeng


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.