Cina Luncurkan Satelit Anti-Retas Pertama di Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bumi memasuki fase kepunahan baru. bbc.co.uk

    Ilustrasi bumi memasuki fase kepunahan baru. bbc.co.uk

    TEMPO.CO, Beijing - Cina meluncurkan satelit kuantum dengan kemampuan anti-retas yang pertama di dunia. Peluncuran satelit anti-retas ini menunjukan kemajuan terbaru dalam program luar angkasa negara itu.

    Satelit Eksperimen Quantum Pada Skala Ruang (Quess), telah diluncurkan dari pusat peluncuran satelit Jiuquan di barat laut Provinsi Gansu pada Selasa dini hari (16 Agustus).

    "Satelit Quess dibuat untuk menciptakan komunikasi kuantum dengan cara pengiriman data dari luar angkasa ke daratan yang tidak dapat diretas. Komunikasi kuantum memiliki fitur keamanan tinggi karena foto kuantum yang digunakan tidak dapat dipisahkan, digandakan atau diretas," menurut laporan kantor berita, Xinhua.

    Satelit itu memungkinkan komunikasi dilakukan dengan aman antara Beijing dan Urumqi, wilayah barat Xinjiang yang sedang bergolak akibat pertempuran antara tentara pemerintah dengan kelompok pemberontak.

    Kepala ilmuwan proyek Pan Jianwei menggambarkan satelit yang baru diluncurkan itu menandai transisi peran Cina yang sebelumnya hanya dikenal sebagai pengikut dalam perkembangan teknologi informasi menjadi pemimpin dalam memacu prestasi masa depan. "Komunikasi kuantum memiliki prospek yang besar dalam industri pertahanan," kata Pan Jianwei.

    Dengan peluncuran tersebut, kini para ilmuwan berharap temuan baru itu akan mengubah pembangunan manusia dalam dua atau tiga dekade mendatang, karena ada prospek besar untuk menerapkan generasi baru komunikasi dalam bidang antara lain pertahanan, militer dan keuangan.

    Meskipun mendapat protes Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Beijing tetap menegaskan tujuan program angkasa lepasnya adalah untuk perdamaian.
    XINHUA|CBC|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.