Libya Rebut Kembali Sirte dari Tangan ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Libya yang berkoalisi dengan PBB menembakan roket saat bertempur dengan ISIS di Sirte, Libya, 4 Agustus  2016. REUTERS/Goran Tomasevic

    Pasukan Libya yang berkoalisi dengan PBB menembakan roket saat bertempur dengan ISIS di Sirte, Libya, 4 Agustus 2016. REUTERS/Goran Tomasevic

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan loyalis pemerintah Libya dengan dukungan militer internasional menyatakan berhasil merebut kembali kawasan kunci di kota pantai Sirte dari tangan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

    Para pejuang yang berasal dari sekitar Kota Misrata mengatakan mereka telah meningkatkan serangan ke Distrik Satu, daerah yang sebelumnya dikuasai ISIS, selanjutnya menguasai Distrik Dua pada Selasa, 16 Agustus 2016.

    "Distrik Dua berhasil dibebaskan," kata Reda Issa, juru bicara pasukan pro-pemerintah, kepada kantor berita Reuters.

    "Kawasan tersebut benar-benar telah berada dalam kontrol kami," ucapnya, seraya menambahkan, pihaknya telah mengatasi perlawanan sengit penembak jitu ISIS dan serangan bom mobil.

    Serangan itu meningkat sehari setelah loyalis pemerintah Libya membersihkan dan menguasai distrik tersebut.

    ISIS menguasai Sirte, kota tempat lahirnya perlawanan terhadap pemimpin Libya, Muammar Qadhafi, dan menguasai sekitar 250 kilometer bibir pantai Laut Mediterania sebelum pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan operasi keamanan pada Mei 2016.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?