Otak Pelaku Kudeta Turki Ditahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Recep Tayyip Erdogan memberi sambutan usai mengikuti salat mayit berjamaah pada sejumlah korban aksi Kudeta Militer Turki di Masjid Fatih, Istanbul, Turki, 17 Juli 2016. Aksi kudeta Turki, pemerintah menangkap sejitar 6.000 orang yang ikut terlibat dalam aksi tersebut. (Burak Kara/Getty Images)

    Recep Tayyip Erdogan memberi sambutan usai mengikuti salat mayit berjamaah pada sejumlah korban aksi Kudeta Militer Turki di Masjid Fatih, Istanbul, Turki, 17 Juli 2016. Aksi kudeta Turki, pemerintah menangkap sejitar 6.000 orang yang ikut terlibat dalam aksi tersebut. (Burak Kara/Getty Images)

    TEMPO.CO, Ankara - Otak kudeta berdarah, bekas Komandan Angkatan Udara dan anggota Dewan Militer Agung (YAS), Jenderal Akn Öztürk, ditahan dan dibawa ke Unit Antiteror untuk dimintai keterangan.

    Öztürk, yang memiliki sedikit luka memar di bagian wajah dan lengan tangan, tampak lelah ketika menunggu di ruangan untuk dimintai keterangan oleh petugas keamanan.

    Beberapa komandan militer yang terlibat dalam kudeta itu juga ditahan melalui operasi keamanan di seluruh negara. Di antara yang ditahan beberapa jam seusai kudeta itu adalah Komandan Kedua Angkatan Darat Jenderal Adem Huduti, Komandan Garnisun Avni Angun, dan Komandan Ketiga Angkatan Darat Jenderal Erdal Öztürk.

    Empat komandan top dan pemimpin tertinggi militer, Jenderal Hulusi Akar, berhasil diselamatkan setelah disandera para pelaku kudeta. "Komandan Angkatan Udara dan beberapa unit militer lain turut ambil bagian dalam kudeta tersebut," lapor Daily Sabah.

    Para pelaku kudeta sempat menguasai sejumlah bangunan penting pemerintah, termasuk markas militer dan kantor sipil, yang mereka duduki pada Sabtu, 16 Juli 2016. Bahkan Jenderal Hulusi Akar diculik dari markasnya di Ankara, tapi bisa dibebaskan pasukan keamanan dari tempatnya ditahan di Pangkalan Angkatan Udara Aknclar dalam sebuah operasi keamanan.

    Meski demikian, enam orang dari sebuah kelompok yang terdiri atas sekitar 5.000 warga sipil tewas dibedil pelaku kudeta lantaran memasuki pangkalan militer untuk menggagalkan upaya makar.

    Aknclar adalah basis militer yang direncanakan pelaku kudeta sebagai markas pusat komando penggulingan pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan.

    Saat ini pasukan keamanan Turki telah benar-benar menguasai keadaan setelah melakukan operasi besar-besar menumpas para pelaku kudeta. Mereka juga membersihkan markas besar militer.

    Untuk mengisi kekosongan komando militer, pemerintah Turki menunjuk Komandan Angkatan Bersenjata Pertama Jenderal Dündar pada Sabtu, 16 Juli 2016, menggantikan sementara posisi Jenderal Akar yang sempat ditahan pelaku kudeta.

    DAILY SABAH | CHOIRUL AMINUDDIN 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.