Menyontek di Tempat Ini Terancam Sanksi 7 Tahun Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan siswa dan guru menghadiri reli selama boikot kelas di Universitas Cina, di Hong Kong, 22 September 2014. REUTERS/Tyrone Siu

    Ribuan siswa dan guru menghadiri reli selama boikot kelas di Universitas Cina, di Hong Kong, 22 September 2014. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.CO, Beijing - Pemerintah Cina menyeleksi ketat para calon mahasiswa.  Termasuk dengan ancaman penjara bagi mereka yang menyontek saat ujian masuk universitas atau yang disebut gaokao.

    Seperti yang dilaporkan Asia Correspondent pada 8 Juni 2016, Pemerintah Cina mengancam akan menjebloskan siapa saja yang menyontek saat gaokao dengan ancaman tujuh tahun penjara.

    Ini adalah tahun pertama pemerintah Cina memberlakukan sanksi tegas atas kecurangan dalam gaokao.

    Mereka menjadikannya sebagai tindakan pidana karena kewalahan memberantas praktik menyontek dalam gaokao yang terkenal sangat susah di tengah persaingan yang sangat ketat.

    Selain terancam dibui, para penyontek  juga dilarang ikut ujian nasional lainnya selama  tiga tahun. "Aparat pendidikan meyakini dengan ancaman hukuman berat, kejujuran ujian bisa terjaga," ungkap situs berita Cina, Global Times.

    Ada pula yang meragukan efektivitas kriminalisasi penyontekan itu. "Efek menyontek di masyarakat tidak terlalu buruk, jadi saya pikir terlalu berlebihan jika menjadikan hal itu sebagai pelanggaran pidana," kata Liu Lijun, orang tua calon mahasiswa dari Kota Hebei, Provinsi Anhui seperti dilaporkan Xinhua.

    Xiong Bingqi, pakar pendidikan menyarankan perombakan sistem masuk universitas. "Untuk menghapus kecurangan sepenuhnya, tidak hanya hukuman yang diperberat tapi sistem juga harus direformasi," kata Xiong.

    Gaokao dimulai pada Selasa lalu, dengan peserta mencapai 9,4 juta siswa pada tahun ini. Ujian nasional yang dilaksanakan dalam dua hari ini terkenal sulit.

    Siswa pun menghadapi tekanan tambahan karena kurangnya bangku di universitas. Informasinya, hanya 6,5 juta orang yang diterima di perguruan tinggi, sehingga satu dari tiga siswa bisa gagal dalam upaya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

    Beberapa metode menyontek yang populer termasuk menggunakan alat nirkabel yang tersembunyi, atau menggunakan joki.

    Beberapa saat sebelum ujian, pakar fisika yang terkenal Stephen Hawking memberi dukungan dengan menyampaikan ucapan semoga beruntung di akun Weibo, media sosial semacam Twitter di Cina. Saat ini pengikut akun Hawking di Weibo mencapai lebih dari 4,1 juta.

    ASIA CORRESPONDENT | NY TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?